Unras PMII, Bupati Pamekasan Siap Hentikan Jual Beli Jabatan

0
499

Pamekasan (MaduraExpose.com)- Aktivis Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pamekasan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pemkab Pamekasan, Senin (08/09/14) pagi. Mereka mendesak agar Bupati segera melakukan evaluasi terhadap kepemimpinan kesektariatan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Aktivisi PMII Pamekasan mengavaluasi kinerja Pimpinan Sekretariat Daerah (Sekda) dinilai gagal dalam pengkoordinasian setiap pelaksana teknis yang mengakibatkan serap anggaran menjadi stagnan.

“Harusnya dilakukan evaluasi dan penilaian kinerja SKPD dan seluruh pelaksana teknis yang tidak produktif”, teraik mahasiswa yang tergabung dalam aksi unjuk rasa dibawah bendera PMII Pamekasan, Senin (8/9/2014).

Mahasiswa juga mendesak Bupati Syafii lebih pro aktif melihat persoalan social yang ada. Dengan demikian, menurutnya,baik Bupati maupun Wakil Bupati harus mampu jemput bola dan tidak sekedar diam menunggu timbulnya masalah dibawah.

“Pemimpin harus peka terhadap realitas sosial masyarakatnya”, timpalnya.
Tak hanya itu, mahasiswa pengunjuk rasa juga meminta segera dihentikannya praktek pembangunan transaksional seperti jual beli jabatan yang selama ini terindikasi marak terjadi di lingkungan Pemkab Pamekasan.

Menyikapi tuntutan aktivis PMII Pamekasan, Bupati Achmad Syafii berjanji siap menindak lanjuti seruan Mahasiswa. Didepan para demonstran, mantan Anggota DPR RI ini langsung membubuhkan tanda tangan pakta integritas yang disodorkan para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. (Jak/fer)