Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Sejumlah aktivis mahasiswa yang menamakan diri Gerakan Mahasiswa Ekstra Parlementer ( GEMPAR ) menggelar aksi unjuk rasa, mendesak agar Kepala Disbudparpora Sumenep jujur apakah benar program Visit Sumenep 2018 belum memiliki payung hukum seperti yang pernah dituduhkan banyak kalangan.

Mahfud,Korlap aksi menyampaikan hasil pertemuannya dalam audiensi dengan Sufianto, Kadisbudparpora Sumenep.

“Dari hasil pertemuan aksi kami Perwakilan Pemkab Pak Jakfar dan Pak sofi Kadisbudparpora, bahwa sampai hari ini Perda maupun raperda terkait visit 2018 belum dibahas. Kami pulang kecewa dan pesimis karena tak ada payung hukum yg jelas dalam pengelolaan suksesi visit Years 2018,” ungkap Mahfud kepada Redaksi Maduraexpose.com, Senin 13 Nopember 2017.

Dugaan belum adanya payung hukum yang jelas inilah, lanjut Mahfud, maka patut disayangkan. Menurutnya, Visit Sumenep 2018 merupakan event yang cukup urgen menjadi perbincangan kalangan birokrat, politisi, pengusaha serta kalangan MahAsiswa yang sebentar lagi akan di resmikan.

“Sumenep menjadi tuan rumah dalam event tersebut, tentu dengan segala kekayaan alam yang cukup luar biasa yang dimiliki.Menjadi aneh ketika sampai saat ini masih belum mampu mewujudkan ruhnya terkait kemasan serta konsep yang akan di suguhkan kepada wisatawan nantinya,” sesalnya.

Dalam aksi unjuk rasa kali ini, Mahfud mengaku fokus pada persiapan visit yang digawangi Disbudparpora Sumenep. Dirinya menambahkan, bicara soal visit bukan hanya selesai di tangan kalangan elit pemerintah saja, namun diperlukan sinergitas antara masyarakat Sumenep secara umum.

“Mereka yang harus dilibatkan dalam perumusan Visit ini antara lain para tokoh ulama’, Legislatif, eksekutif, serta pemuda dan mahasiswa. Tapi fakta di lapangan malah tidak sesuai dengan opini yang selalu di gembar gemborkan”, pungkasnya.

HotNews:  Serka Juli Teguh, Babinsa Koramil Lenteng Gelar Komsos di DesaEllak Daya

Sementara Sufianto, Kepala Disbudparpora Sumenep belum bisa dikonfirmasi melalui telpon genggamnya. Begitu juga konfirmasi via SMS tidak merespon.

(klm/fer)