Tujuan Maulid, Nyai Najmah Hidayati: Mengeskpresikan Rasa Cinta Kepada Rosulullah

0
218
Nyai Hj.Najmah Hidayati/Istimewa.

Sumenep (Maduraexpose.com)– Ny. Hj. Najmah Hidayati jadi pembicara dalam kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggrakan oleh TP-PKK Kabupaten Sumenep pada hari Rabu (17/11/2021) menyampaikan bahwa kita bermaulid untuk dua tujuan.

Yang pertama, untuk mendapatkan Syafaat dari Rosulillah. Syafaat, kata beliau adalah pertolongan. Untuk mendapatkan syafaat dengan cara memperbanyak membaca shalawat.

“Kita yakin saat shalawat dilantunkan Gusti Rosulillah SAW hadir ditengah-tengah kita, kita berdiri karena beliau rawuh,” ujarnya.

Penceramah yang juga Ketua PAC Muslimat NU Pragaan ini mengatakan bahwa barang siapa yang paling banyak shalawatnya, maka kelak dia yang pertama akan bertemu dan mendapatkan syafaat dari Rosulillah SAW.

Beliau mengajarkan bacaan Shalawat Jibril “Shallallahu ala Muhammad,”. Kalau kita istiqamah membaca shalawat, ungkapnya, maka barokahnya luar biasa, dapat menghapus kesulitan hidup kita.

Kita bermaulid, tujuan yang kedua, untuk mengekpresikan rasa cinta kepada beliau Rosulillah SAW. Beliau bertanya, dengan cara apa kita mencintai Muhammad? Yaitu dengan menghidupkan sunnah-sunnah rosul.

Beliau sitir hadis Rosulillah SAW, bahwa siapa yang mencintai rosul, kelak dia akan bersama rosul di surga. Cara mencintai dengan meneladani keseharian hidup Rosulillah SAW seperti rajin mencuci tangan saat mau makan.

“Kita mencuci tangan bukan hanya karena ada pandemi Covid-19. tapi kesadaran meneladani keseharian Rosulillah,” tambahnya.

Selain itu juga setiap mau makan berdoa dulu dengan bacaan, “Allahumma barik lama fi ma razaqtana waqina adaban nar,”.

Keseharian rosulillah juga kalau mau makan dengan tiga hari.

“Rasulullah sebelum kenyang berhenti, kita sebaliknya, kalau tidak kenyang tak berhenti, bahkan setelah makan masih ada makanan penutup es fuding,” kelakarnya.

Terakhir beliau berdoa, semoga dengan maulid ini kita dapat meneladani perilaku baginda Rosulillah SAW. Lalu beliau berdoa diamini peserta maulid. (Zbr/@wi).

Sumber:Kim Karya Makmur