Hutomo Mandala Putra atau dikenal akrab dengan Tommy Suharto mengusulkan agar mobil merk ESEMKA dijadikan mobil dinas para menteri dan pejabat di pemerintahaan Joko Widodo mendatang. Usul Tommy itu berbeda dengan keputusan Sekretariat Negera yang sudah menyiapkan mercdes terbaru untuk mobil dinas para menteri kabinet Jokowi-JK.

Gagasan putra bungsu Pak Harto, mantan presiden Republik Indonesia itu terkesan menyindir atau tidak serius, karena semua sudah mengetahui proyek mobil Esemka itu hanya tipu daya belaka dari Jokowi dan tim suksesnya guna meraih simpati rakyat.

Menurut Tommy, para menteri lebih baik menggunakan mobil Esemka. Mobil Esemka mulai terkenal setelah Jokowi menjadikannya mobil dinas saat Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta dan digunakan Jokowi untuk merekayasa pencitraan diri di mata rakyat Indonesia.

“Kalau mau beri contoh rakyat agar hemat, selayaknya para pembesar negeri menggunakan mobil dinas buatan nasional yg katanya kemarin2 bagus dan irit, terutama para pekerja utk kesejahteraan rakyat,” tulis Tommy melalui akun facebook pribadinya, Selasa (9/9).

Bagi Tommy, ribut-ribut soal mobil apa yang layak digunakan, bisa diatasi. Kata dia, mobil Esemka yang sempat disebut sebagai cikal bakal mobil nasional, harus diseriusi digarap. Sehingga, para pejabat menggunakan Esemka sebagai kendaraan dinasnya. Pernyataan Tommy bertolak belakang dengan fakta sebenarnya, di mana proyek Mobil Nasional Esemka saat ini sudah tidak diketahui lagi wujudnya.

“Sekali kali berilah contoh yg masuk akal utk rakyat negara ini, Esemka juga bagus untuk kebanggaan kalau di garap serius,” kata Tommy entah serius atau bercanda. (ahm/gnews/Voa-Isl)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM