Ir. Ali Wongso Sinaga, saat diwawancarai dengan didampingi para kader dan tokoh Soksi. [Dok.MaduraExpose.com]

Surabaya,(MaduraExpose.com) Jelang Munas X Soksi ( Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia ) di Jakarta, suasana dan dinamika politiknya terasa meluas seluruh pelosok Indobrsia.

Apalagi menyangkut kinerja dan publik figur utamanya, siapa yang patut dipercayai dan diamanahi oleh para peserta musyawarah nasional X Soksi kita ini.

Menurut Krt. Masjhur Assaaf HN selaku Koordinator Tim Kerja dari Depidar ( Dewan Pimpinan Daerah ) XII Soksi Jatim untuk Suksesnya Munas X Soksi dengan Figur Kepemimpinannya Ir. Ali Wongso Sinaga ini tampaknya tanpa lawan tanding.

” Terus terang, ada tiga hal pokok yang rasional, Soksi Jatim getol terlibat dalam suksesi Soksi dengan Ketua Umumnya Bung Ali Wongso Sinaga,” ungkap Mashur yang dibenarkan Tim Kerjanya itu.

Dipaparkan tiga hal rasionalnya, Bung Ali Wongso berani menunjukkan nyali kinerjanya yang serius dan konsekuen di tengah dualisme Soksi ini sejak 2010, yang tepatnya secara tertib organisasi Soksi mengalami marjinalisasi.
” Bahkan akibatnya, cukup fatal bagi marwah Soksi, meski mayoritas tapi tidak menjadi penentu di internal fraksi Partai Golkar, misalnya,” jelas Mashur panggilan akrabnya.

Disebutkan alasan hal yang ke dua, Ali Wongso yang anggota DPR RI di Komisi V ini menunjukkan tanda faktual bahwa dirinya dalam memimpin cukup santun, welcome dengan kawan dan lawan tetapi bersikap tegas jika.menyangkut tata nasib Soksi yang seharusnya maju terus pantang mundur dalam dinamika sosial politik dan bukan sebaliknya terkesan pasif atau jalan di tempat.

Ke tiga, Soksi di tangan Ali Wongso akan menunjukkan prospeknya yang gemilang dalam 5 tahun ke depan, sebab Soksinya Ali Wongso ini memiliki dua hal kesaktian yaitu Legalitas Hukum dari Kemenkumham dan Legallitas Politik dari Partai Golkar dalam kepemimpinannya Drs. Setya Novanto, Ak.

HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'

” Ya dua kesaktian itu faktual sebagai modal kerja efektif untuk memajukan dan menyatukan Soksi agar dualisme itu berakhir manis dan legowo bagi semua pihak yang terkait langsung,” urai Mashur yang tak berarti ingin menggurui kepada para seniornya dalam hal tersebut.

Ditambahkan oleh Mashur, dengan menghimbau para saudara senior dan yunior Soksi untuk bersatu padu demi Soksi yang lahir tanggal 20 Mei 1960 oleh tangan dinginnya Sang Pendiri Prof. Dr. H. Soehardiman, SE.

” Beliau pulang dulu keharibaan Tuhan YME, namun keteladanan dan ajarannya perlu dijunjung tinggi dengan bersatu kompak kita maju bersama sekaligus memenangkan partai Golkar yang didirikan Soksi bersama dua ormas pendiri lainnya, Mkgr dan Kosgoro ini, pada tahun 1964,” pungkas Masjhur Assaaf.(mas/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM