MADURAEXPOSE.COM— Sejumlah anggota dewan yang meminta identitasnya disembunyikan, mengaku enggan masuk kantor karena sudah dua bulan tidak terima gaji. Hal itu secara tidak langsung mengganggu terhadap kebutuhan operasional dan tetek bengeknya.

“Males juga yang mau masuk Mas, anggota dewan juga manusia. Kita punya keterbatasan seperti masyarakat biasa, butuh juga uang makan dan uang trasnport,” ujar anggota DPRD Sumenep ini sambil mewanti-wanti identitasnya dirahasiakan, Kamis (02/03/2017).

Masalah gaji anggota DPRD Sumenep yang tidak dicarikan tersebut, belakangan mendapat reaksi keras dari sejumlah fraksi di DPRD yang mengancam akan menggunakan hak interplasinya terhadap Bupati Sumenep.

Wacana para politisi Parlemen itu beralasan, karena gaji 50 Anggota DPRD Sumenep sejak bulan Januari hingga Februari 2017 tidak terima gaji. Langkah para wakil rakyat ini mendapat reaksi dari para penggiat LSM, yang menilai, bahwa kesalahan tidak bisa serta merta dilimpahkan terhadap Bupati.