pembakaran Aspal yg di padamkan Warga RT 01 RW 01 kelurahan Gunung Sekar (Slamet/MaduraExpose.com)

pembakaran Aspal yg di padamkan Warga RT 01 RW 01 kelurahan Gunung Sekar (Slamet/MaduraExpose.com)
pembakaran Aspal yg di padamkan Warga RT 01 RW 01 kelurahan Gunung Sekar (Slamet/MaduraExpose.com)
Sampang (MaduraExpose.com) – Pengerjaan proyek jalan lingkungan (Lapen) di jalan Teuku Umar gang II, RT 01 RW 01 Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, Madura Jawa Timur, terpaksa di hentikan warga bersama sejumlah tokoh masyarakat setempat, Sabtu (27/12/14).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Penghentian pelaksanaan proyek jalan Lapen atau penetrasi tersebut dengan aksi memadamkan pembakaran aspal yang siap di kerjakan di lokasi proyek oleh warga dan tokoh masyarakat di saksikan oleh Ketua RT 01 RW 01, Baihaki.

Tindakan penghentian proyek jalan tersebut bermula dari material yang di turunkan sembarangan beberapa hari sehingga mengganggu pengendara, khususnya mobil yang melintas.

“Anehnya lagi, proyek jalan tersebut tidak ada pemberitahuan kepada Ketua RT setempat”, ujar H.Sinul,Tokoh Masyarakat di RT 01 RW 01 keapda MaduraExpose.com.

Mendapat rekasi keras dari masyarakat, pihak pelaksana proyek lantas mendatangi warga dan tokoh masyarakat beserta ketua RT setempat guna melakukan lobi-lobi melalui musyawarah dengan semua pihak.

Dalam musyawarah itu juga dibahas tentang pengerjaan proyek jalan di kawasan Teuku Umar yang diakui pelaksana proyek sudah dikoordinasikan dengan lurah setempat.

“Bahkan dalam proposal pengajuan ada tanda tangan lurah. Jika lurah tidak tahu menahu, kami juga bingung,” tutur H.Umar, rekanan pelaksana proyek jalan.

Menurut Umar, proyek jalan ini merupakan anggaran Pokmas DPRD Provinsi Jawa Timur berupa jalan lapen dengan nilai anggaran sebesar Rp189 juta, dengan volume panjang 860 x lebar 2,5 meter.

“Kami sangat kecewa jika ada peristiwa aksi penghentian ini. Tetapi kami akan melakukan koordinasi kembali dengan pihak lurah dan tokoh masyarakat setempat, untuk memastikan tindak lanjut pekerjaan, apa dihentikan atau ditolak,” ungkap H. Umar.

Sementara lurah Gunung Sekar, Wardi, saat di telepon oleh H.Sinul (Tomas) pada saat musyawarah dengan RT dan juga rekanan mengatakan tidak ada pemberitahuan soal proyek di Jalan Teuku Umar RT 01 RW 01 termasuk siapa pelaksananya, Lurah Wardi juga mengaku tidak tahu menahu.

(ms/fer)