Sampang (MaduraExpose.com)- Delapan tahun yang lalu, seorang bayi berusia 24 hari, sudah bisa bicara. Bayi ini lahir setelah dalam delapan bulan dalam kandungan ibunya Nyai Mariyatun (25), warga Desa Pandiangan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Saat dilahirkan, sang bayi menangis histeris tidak seperti tangisan bayi biasanya. Bayi ini terus menangis seperti merasakan kesakitan yang luar biasa. Hal itu membuat Nyai Mariyatun, ibu kandung bayi dan ayahnya H.Safuri (40) menjadi ketakutan karena merasakan keanehan pada putra pertamanya yang baru dilahirkan.

Bayi yang diberi nama Ahmad Khotib ini baru berhenti menangis sekitar pukul 24:00 WIB. Namun pada pukul 02:00 WIB dini hari, tiba-tiba bayi itu berbicara dalam bahasa arab.

“Waman Adlamu Wamantarakahum Fi Dzulumatil Layubsirun”dan diulangi sampai tiga kali,” kalimat itu diulang sang bayi sampai tiga kali.

Karena tidak paham dengan lafadz yang keluar dari anaknya yang masih berusia 24 hari itu, akhirnya kedua orang tua ini pergi menemui KH.Abd.Malik, Pengasuh Pondok Pesantren Darul Amien Desa Pandiangan Kecamatan Robatal Sampang.
“Kalimat itu pernah diucapkan Nabi Isa As sebagai pengakuan tentang kebenaran ajaran Islam. Ini Karunia Allah bukan tipuan jin” kata KH. Abd Malik.

Pemberian nama oleh orang tuanya, dijelaskan Kiyai Malik, sama persis dengan nama ulama besar di Desa Pandiangan seratus tahun lalu.

Pendapat yang sama disampaikan oleh tokoh Ulama Sampang liannya, yakni KH Sayyidi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ihklas Desa setempat yang menerangkan, bayi usia 24 hari dan melafalkan ayat itu merupakan buktikekuasaan Allah SWT.

(fer/bbs)