STPL Polsek Sumenep Kota Diduga Copy Paste

0
576

MADURAEXPOSE.COM–MADURAEXPOSE.COM– Surat Tanda Penerimaan Laporan Polsek Sumenep Kota Diduga Copy Paste karena terdapat banyak kesalahan ketik, atas laporan dugaan penganiayaan yang terhadap dua ponakan Bupati Sumenep dan Mohammad Rizal yang terjadi pada Minggu 22 Januari 2017. Dugaan kekeliruan penulisan waktu kejadian (tempoes delicti) dalam laporan dengan Nomor: STPL/09/I/2017/JATIM/RES/SEK SMP KOTA.

Mohammad Rizal, yang menjadi korban penganiayaan diketahui sebagai Warga Dusun Patenongan RT/RW:003/01 Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep datang ke Mapolsek Kota sekitar pukul 04.35 WIB untuk melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan bersama-sama terhadap pelapor.

“Kejadiannya itu tanggal 22 Januari 2017 tapi di STPL nya kok malah ditulis hari Minggu tanggal 17 April 2016 sekira pukul 06.00 WIB”, terang Edi, ayah pelapor di depan Mapolsek Sumenep Kota kemarin sore.

Pantauan Maduraexpose.com, kemarin sore Mohammad Rizal sebagai pelapor malah dilakukan rekonstruksi ulang diutara Polsek Kota hingga depan Masjid Jamik Sumenep oleh pihak kepolisian setempat.

“Dia direkonstruksi sebagai pelapor, dia juga dilaporkan terlapor,” terang dua polisi di Markas Polsek Kota kepada awak media yang mendampingi Maduraexpose.com.

Sementara Mohammad Rizal yang menjadi korban penganiayaan mengaku cemas karena dirinya merasa diancam akan ditetapkan sebagai tersangka.

“Saya korban tapi katanya saya akan dijadikan tersangka juga. Kok bisa begitu ya,” ujar Mohammad Rizal sambil menjalani rekonstruksi.

Sementara Pihak Polsek Kota saat dihubungi dikantornya meminta wartawan kembali lagi hari ini untuk menemui Kapolsek langsung untuk keterangan yang dibutuhkan. [Zal/Fer]