Ketum PG Bung H. Airlangga Hartarto bersama jajarannya DPP Partai Golkar foto bersama, seusai Silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo yang mimpin RI Dua Periode.

Surabaya, (Madura Expose)—Gagrak Soksi (Sentra Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia) dalam kancah politik dan konsistensinya sikap yang memperkuat keberadaan Partai Golkar ini makin moncer dan diperhitungkan banyak pihak.

Adalah Ali Wongso Sinaga Ketua Umum Depinas (Dewan Pimpinan Nasional) Soksi berlegalitas dari Menkumham yang sesuai UU Ormas No 17 Tahun 2013 Diperkuat PP No 2 Tahun 2017, Ketum Soksi ini membuat terobosan politik jitu dengan dukung keberadaan kepemimpinan Ketua Umum PG H. Airlangga Hartarto yang berhasrat memimpin kembali PG periode 2019-2024 ini sesuai aspirasi yang berkembang di kalangan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar seluruh Indonesia belakangan.

Garda Soksi Jokowi Dua Periode, Depidar Soksi Jatim pun, melihat faktual dan konsistensi sikapnya Depinas Soksi yang Dipimpin Ketum Bung Ali Wongso Sinaga itu tidak hanya sekadar pernyataan semata tetapi upaya dan kerja keras dengan menggerakkan peran aktif seluruh struktur Soksi hingga ke lapisan bawah.

“Kami seluruh jajaran Soksi Jatim berperan dan bergerak aktif dengan diawali komunikasi persuasif agar timbul saling pengertian sekaligus kompak untuk mencapai target Garda Soksi yang sesuai Kebijakan Umum Depinas Soksi itu,” ungkap Ketua Garda Soksi Jatim H. Karimmullah Dahrujiadi.

Ketum Depinas Soksi Bung Ali Wongso Sinaga ( Berbaju Kuning) lagi Sosialisasi Presiden Joko Widodo Dua Periode bersama Garda Soksi Sumut.

Dijelaskan Karimmullah juga, kami di tengah kesibukan urusan sebagai Calegnya PG ini tidak hanya mendukung Jokowi Dua Periode semata tetapi juga berinisiasi, bekerja yang saling bahu membahu untuk memenangkan Jokowi Dua Periode itu.

“Begitu pula, kami dalam merespon Kebijakan dan Keputusan Depinas Soksi yang mendukung sepenuh hati untuk Ketum PG Bung Airlangga Hartarto yang berkenan memimpin kembali PG pada periode 2019-2024.

“Kami Garda Soksi dan Depidar Soksi Jatim kompak dan konsisten pula mendukung sekaligus memenangkan kembali Bung Airlangga Hartarto Dua Periode,” tandas Karimmullah yang duduk lagi di DPRD Jatim periode 2019-2024.

Alasan elegannya sangat faktual bahwa Kepemimpinan Ketum PG Bung Airlangga Hartarto ini yang singkat dan padat di Tahun Politik Pilpres & Pileg 2019 itu merupakan tahun genting dan darurat setelah bertubi-tubi nasib Partai Berlambang Pohon Beringin diterpa “badai masalah” yang menurunkan citra maupun tingkat kepercayaan publik (trust) kepada PG ini sangatlah memprihatinkan banget.

H. Karimmullah Dahrujiadi, Ketua Garda Soksi Jatim.

Mulai Dualisme PG di era Ketum PG Aburizal Bakrie disusul penangkapan dramatik Ketum PG Setya Novanto oleh KPK lantaran dugaan keterlibatan dalam Tipikor (Tindak pidana korupsi).

Juga di beberapa daerah, Bupati, Ketua PG di kota, kabupaten dan provinsi seperti di Jatim yang menimpa nasib malang Bupati Jombang yang juga Ketua PG Jatim ini berdampak psikhologis, kemudian beruntun pula para politisi PG yang Legislator itu, beberapa orang terkena OTT-nya KPK termasuk Sekjen PG yang terseret juga sehingga PG banyak diprediksi oleh Lembaga – lembaga Survey bahwa PG akan jeblok suaranya dan akan sangat sulit menang dalam Pileg 2019?

Namun fakta sosial politik bicara bahwa Kepemimpinan Ketum PG Bung Airlangga ini masih leading buat PG dengan bertengger di rangking Dua, setelah Pdi P yang sedang jaya dan berkuasa ini.

Harus disyukuri pula, PG di DPR memperoleh 89 kursi dari hasil kinerja dan upaya keras di bawa Kepemimpinan Ketum PG Bung Airlangga Hartarto itu

Dan memang tampak semangat maupun upaya serius bisa gaet 2 kursi perdapil yang cukup potensi dan strategi ini untuk mencapai realisasi target 110 kursi?

“Akan tampak target 110 kursi di DPR bila dapil dapil yang diploting dengan potensinya tersebut, bisa raih 2 kursi,” lontar Ketum PG Bung Airlangga Hartarto dalam Gong Kampanye Akbar di Surabaya.

Namun kenyataan dan situasi maupun kondisi di lapangan menggambarkan.bahwa realisme sospol sangat tidak menentu.

Misal, di Jatim ada beberapa daerah berpotensi bisa dapat 2 kursi atawa minimal rata setiap dapil menggenggam 1 kursi. Bukan sekadar harapan?

Dan nyatanya, para Caleg PG ini umumnya sambat (mengeluh) jika sarana dan dana terbatas.
“Memang benar ploting Ketum PG atas beberapa dapil di Jatim maupun daerah lain dimungkinkan dapat 2 kursi tapi butuh biaya besar,” tutur Ridwan Hisyam yang maju di Dapil Malang Raya ini.

Selain Malang Raya, Dapil Pasuruan dan Dapil Tuban-Bojonegoro.
Namun nasib bicara nyata, Caleg PG incumbent Satya Yudha di Dapil Tuban & Bojonegoro ini malah tidak ikut kembali ke DPR dan Srikandi PG Tuban yang duduk, Haeny Relawaty itu yang mantan Bupati Tuban di DPR dan putranya masuk DPRD Jatim.

Nah, siluet kinerja dan target itu bukanlah semata milik seorang Ketum PG Bung Airlangga Hartarto meski dia manajernya partai Golkar, oleh sebab itu beberapa varian merupakan pula satu pola kinerja yang tidak terpisahkan dan tidak otomatis pula menjadi tanggung jawabnya semata.

Termasuk info dari beberapa dapil di Jabar dan Jateng serupa Dapil Dapil di Jatim yang potensi gaet 2 kursi tetapi hanya bisa direalisasi 1 kursi saja.

Oleh karena itu akan tampak bijak bila semua pihak terkait mawasdiri sehingga tidaklah perlu semata tuding seseorang dulu.

“Kami pun pernah, mengingatkan secara tidak langsung lewat WA kepada Bung Bambang Soesatyo agar di dapilnya pun didorong dan dibantu untuk memperoleh 2 kursi. Karena, upaya dan potensi Bung Bamsoet memungkinkan hal itu terealisasi. Namun, tampaknya tidak direspon positif?

Nah, di tengah proses menuju Munas PG dalam bulan Desember 2019 ini Presiden Jokowi pun beratensi agar Bung Bamsoet Kompak dan jaga Keutuhan PG yang tanpa lagi melahirkan partai baru.

Nurut kami pesan Presiden itu jelas, “Bung Bamsoet supaya kompak dengan Bung Airlangga Hartarto Ketum PG dalam Munas,” pungkas senior Soksi Jatim, Djoko Sujanto.(ME)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM