Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Aksi protes yang dilakukan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) dan masyarakat atas pertunjukan tari telanjang di restoran Social Kitchen ternyata tidak membuat kapok. Ironisnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta, Jawa Tengah tidak segera bertindak tegas berupa pencabutan ijin dan penutupan.

Humas LUIS, Endro Sudarsono mengungkapkan setelah terbongkarnya tontonan maksiat beberapa waktu lalu, manajemen Social Kitchen telah membuat surat pernyataan. Dalam suratnya, managemen menyatakan tidak akan menggelar tarian telanjang ataupun sexy dancer.

Namun peryataan tertulis itu diingkari. Social Kitchen kembali menggelar tontonan serupa. Menurut Endro, tindakan yang dilakukan menajemen Social Kitchen harus segera diganjar sanksi tegas.

“Kami minta Satpol PP menutup restoran itu (social kitchen). Mereka sudah membuat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi tapi ternyata dilanggar sendiri,” ujar Endro usai melaporkan temuannya ke Satpol PP Kota Surakarta, Kamis (11/8/2016) lalu.

LUIS meminta Satpol Pamong Praja (PP) menindak tegas Social Kitchen yang masih nekat menyuguhkan wanita setengah telanjang. Kedatangan mereka diterima Sutarjo, Kepala Satpol PP di komplek Balaikota jalan Jenderal Sudirman 2, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (11/8/2016).

Ironisnya Satpol PP Kota Surakarta seolah enggan bertindak tegas. Sutarjo selaku Kasatpol PP Kota Surakarta justru memilih untuk melakukan langkah persuasif dengan alasan belum melihat langsung tontonan maksiat sebagaimana yang dilaporkan LUIS kepada pihaknya.

“Saya kan belum lihat sendiri. Minggu depan akan akami lakukan pemanggilan untuk mempertanyakan ijin, maksud diselenggrakan tontonan yang meresahkan itu dan mengkonfirmasi surat pernyataan sebagaimana yang disampaikan LUIS,” tandasnya.*

[Ar/Syaf/voa-i]