Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Setoran PT WUS Minus, Mahasiswa Tuding DPRD Sumenep ‘Berjamaah”

Avatar photo
102
×

Setoran PT WUS Minus, Mahasiswa Tuding DPRD Sumenep ‘Berjamaah”

Sebarkan artikel ini
Aktivis FAMS saat audiensi bersama Komisi B DPRD terkait setoran PT WUS yang dinilai sarat kejanggalan. Rabu, 18 Maret, 2015. (Foto:maduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Untuk kesekian kalinya, aktivis yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumenep (FAMS) melakukan aksi turun jalan sekaligus menggelar audiensi dengan sejumlah anggota dan unusr pimpinan Komisi B (bidang ekonomi) DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Rabu,18 Maret 2015.

Hasmi yang bertindak sebagai orator sekaligus korlap aksi FAMS menilai, selama ini anggota DPRD Sumenep terkesan malempem dan ikut-ikutan bungkam atas dugaan ketidak beresan pengelolaan keuangan yang anggarkan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dalam hal ini mengarah kepada kinerja Direktur PT WUS dan para ‘jamaahnya’.

Hasmi juga melansir berkembangnya isu mengenai hasil laporan masyarakat dan hasil laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang merunut dari hasil laporan keuangan pemerintah daerah (Pemda atau Pemkab) Sumenep tahun 2011-2013.

“Dugaan itu diperjelas dari hasil rapat koordinasi dengan sejumlah pihak terkait dilingkungan Pemkab Sumenep pada tanggal 15 Mei 2013 silam. Kami menemukan adanya dugaan kuat adanya upaya melawan hukum secara berjamaah”, ungkap Hasmi, korlap Aksi FAMS Sumenep.

Mahasiswa mencatat, dugaan penyimpangan tersebut mengarah pada ketidak beresan dalam pengelolaan dana BUMD di tubuh PT WUS (Wira Usaha Sumekar) yang disinyalir menimbulkan kerugian negara hingga Rp 10,3 Miliar lebih.

“Akibat kesemrautan ekonomi daerah yang ditimbulkan pengelolaan keungan yang tidak transparan di PT WUS inilah, yang menyebabkan masyarakat Sumenep terus-terusan jadi korban. Suatu contoh di daerah daratan saja banyak warga yang tidak bisa menikmati aliran listri hingga 24 jam”, timpalnya.

------------------------