Pamekasan, MaduraExpose.com- Kepala Kantor Badan Sumber Daya Alan (SDA) Pemkab Pamekasan meminta warga Dusun Bujudan, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur untuk tidak melanjutkan pengeboran sumur, pasca dari kedalaman 97 meter menyemburkan gas bumi.
semburan-gas-sumur-Ist
“Setelah melihat langsung semburan gas di lokasi, kami meminta warga tidak melanjutkan pengeboran untuk sementara waktu, karena akan dilakukan penelitian ahli”, ujar Shala Syamlan, Kepala Badan Sumber Daya Alam (SDA) Pamekab Pamekasan, Sabtu (27/12/2014).

Ditambahkan Syala, apa yang terjadi di Desa Pamoroh tersebut, kasusnya hampir sama dengan peristiwa sebelumnya di Desa Bujur Timur, Kecamatan Batu Marmar pada tahun 2013 silam.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kendati demikian, pihak SDA belum bisa memberikan keputusan apapun terkait pengelolaan gas yang menghebohkan warga Dusun Bujudan tersebut pada Kamis (18/12) lalu. Syala mengaku, masih perlu melihat hasil penelitian yang akan dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

“Terkait pengelolaan (sumur gas Bujudan) kita tunggu dulu hasil penelitian dari tim Balitbangda. Itu penting untuk memastikan apakah sejauh mana kapasitas dari tekanan gas dari sumur itu. Saya kurang paham jadi tunggu hasil penelitian saja”, imbuhnya didepan awak media.

Peristiwa ini, lanjut Shala, sudah dilaporkan ke pihak SDA Provinsi Jawa Timur, setelah sebelumnya menghadap ke Bupati Pamekasan.

Untuk diketahui, pada hari Kamis (18/12/2014) sejumlah warga melakukan pengeboran sumur air di sebuah bidang tanah dekat pekarangan rumah Mohammad Toha. Warga yang berharap sumber mata air, justru yang muncul gas bumi dari dalam sumur yang digali warga dengan kedalaman 97 meter.

(Jak/Fer)