Scroll untuk baca artikel
KOLOM

Resolusi Konflik dan Pengakuan Kemerdekaan Palestina

Avatar photo
892
×

Resolusi Konflik dan Pengakuan Kemerdekaan Palestina

Sebarkan artikel ini

Oleh: MH Said Abdullah*

Hari ini, tepat sebulan lalu dimulainya pecah konflik berdarah antara tentara Israel dengan berbagai pejuang kemerdekaan Palestina, mulai Hamas di jalur Gaza hingga Hisbulloh di selatan Lebanon. Sebulan itu pula Israel telah menyerbu ke jalur Gaza, melakukan pengeboman secara membabi buta di kawasan Palestina.

Lebih dari 10 ribu warga Palestina menjadi korban nyawa penyerbuan Israel di Palestina. Jutaan lainnya mengungsi ke selatan, hingga wilayah Mesir. Meski dikecam oleh berbagai kalangan, para pemimpin dunia, protes warga dunia diberbagai negara juga memenuhi jalan jalan di ibukota negara. Namun protes keras dunia ini tidak menyurutkan langkah Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu untuk terus mengirimkan tentara ke Gaza, dan melakukan penyerangan udara melalui roket roket berkendali jarak jauh.

Dewan Keamanan (DK) PBB yang harusnya bisa bertindak preventif, menengahi, dan menjadi polisi dunia yang bisa menyelesaikan konflik gagal memerankan tugasnya dengan baik. Pada Sidang DK PBB 18 Oktober 2023, Amerika Serikat buru buru melakukan veto, tiada keputusan dan tindakan yang bisa dilakukan oleh DK PBB. Bahkan pada sidang lanjutan 6 November 2023 lalu, DK PBB juga kembali gagal meloloskan keputusan resolusi konflik antara Israel dan Palestina. Pangkal soalnya, kembali lagi, Amerika Serikat menggunakan hak vetonya.

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) seperti macan ompong. Pada Jumat, 27 Oktober 2023 Majelis Umum PBB sebagai forum tertinggi PBB telah mengambil voting, sebanyak 120 negara mendukung resolusi gencatan senjata, 14 negara menolak dan 45 negara abstain. Artinya Majelis Umum PBB memutuskan dilakukan gencatan senjata, namun resolusi ini seperti melukis langit. Keputusan yang tiada artinya di lapangan.
Saya mengapresiasi atas langkah pemerintah dan berbagai organisasi kemasyarakatan mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina. Menghadapi bukunya jalan keluar soal perang berdarah di Palestina ini, saya mengharapkan Pemerintah Indonesia bisa melakukan langkah langkah yang lebih progresif, antara lain;

------------------------