MADURAEXPOSE.COM–Mengaku kecewa dengan kebijakan yang diterapkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep yang melarang puluhan anggota Paguyuban PKL Taman Adipura menempati kios baru di Bangkal, membuat ratusan pedagang lainnya berang dan mengancam tidak akan menempati kios tersebut sampai kebijakan tersebut direvisi.

“Paguyuban PKL menolak masuk sebelum anggota paguyuban yang berjumlah 120 tidak mendapat tempat semua,” ujar Rudi Hartono Sekretaris Paguyuban PKL Taman Adipura, Sumenep, Madura kepada Maduraexpose.com, Minggu (29/01/2017).

Keputusan untuk tidak menempati kios PKL di Bankal itu, lanjut Rudi, sudah disepakati dalam rapat bersama yang dilakukan bersama seluruh pengurus dan anggota paguyuban PKL dirumah salah satu pengurus, yang digelar pagi kemarin.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kisruh PKL Jilid II ini berawal dari kebijakan sepihak yang tiba-tiba diterapkan oleh Kepala Disperindag, Syaiful Bahri dengan dalih banyak pendaftar baru yang tidak terakomodir,sehingga PKL dalam satu Kepala Keluarga (KK) tidak diperbolehkan. Padahal,versi PKL, saat dilakukan relokasi dari Taman Adipura ke Lapangan Giling, keputusan itu tidak pernah dimusyawarahkan dengan para pedagangang.

“Adanya bangunan kios PKL Permanen itu khan buntut dari tuntutan kami yang dipaksa untuk angkat kaki dari taman bunga. Tapi kenapa, puluhan anggota kami malah ditolak dengan alasan sepihak,”pungkas Rudi bersungut-sungut menahan kekecewaannya kepada Kadisperindag Sumenep, Madura, Jawa Timur. [Ferry/Tim]