Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

KAIRO, MESIR – Pihak berwenang Mesir telah menangkap putri dari wakil Pemimpin Tertinggi Ikhwanul Muslimin di Mesir Khairat Al-Shater, yang telah ditahan sejak Juli 2013, sumber-sumber hukum yang terinformasi dengan baik melaporkan hari Kamis (1/11/2018).

Aisha Al-Shater bukan satu-satunya yang ditangkap, karena pasukan keamanan setempat juga menangkap suaminya pengacara hak asasi, Mohammed Abu Huraira, serta pembela hak asasi, Huda Abd Al-Moneim.

Sumber-sumber menambahkan pihak berwenang Mesir belum memberikan rincian tentang alasan penangkapan mereka.

“Tidak ada surat perintah penangkapan yang diberikan dan tidak ada alasan yang diberikan untuk penangkapannya,” putri Abd Al-Moneim, Gihad Badawy mengatakan kepada Reuters.

Abd Al-Moneim – anggota Dewan Nasional Hak Asasi Manusia non-pemerintah (NCHR) dan seorang pembela HAM terkemuka – dilarang bepergian lima tahun lalu setelah dia berbicara di sebuah konferensi yang diadakan di Eropa tentang kekerasan yang dilakukan oleh pasukan keamanan Mesir terhadap demonstran pada tahun 2013, di mana presiden pertama negara itu yang dipilih secara bebas, Muhammad Mursi, digulingkan.

Khairat Al-Shater segera ditangkap setelah penggulingan Mursi pada 3 Juli 2013, dan telah menerima beberapa vonis, yang oleh pengacaranya katakan “cacat dan tidak dapat dibenarkan.”

Kelompok hak asasi manusia internasional telah berulang kali mengutuk penahanan terus menerus Mesir terhadap kelompok dan aktivis oposisi.

Sejak Presiden Abdel Fattah Al-Sisi yang berkuasa mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer pada tahun 2013, ia telah melarang Ikhwanul Muslimin dan menjebloskan ribuan anggotanya ke penjara, banyak yang menjadi sasaran pengadilan massal di mana mereka tidak diberi kesempatan untuk membela. 

(st/voi/MeM)