PT.Trisna Karya Disoal, KMS Tuding Sekda Sumenep Terlibat Konspirasi

0
1171
Hadi Sutarto (Kiri) dalams sebuah acara/Sumber foto:ISTIMEWA

MADURA EXPOSE—Proses lelang yang dilakukan oleh ULP Kabupaten Sumenep terjadi dua kali dan pelaksanaannya ditengarai adanya konspirasi dengan pihak tertentu hingga bisa meloloskan PT.Trisna Karya.

Achmad Zainullah, Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) saat dihubungi Madura Expose mengaku heran dengan masuknya PT.Trisna Karya sebagai pemenang tender. Padahal rekam jejak kontraktor tersebut dinilai tidak layak.

“Dilihat dari rekam jejaknya, harusnya PT.Trisna Karya itu haram menjadi pemenang tender pembangunan rumah sakit Sumenep. Dia pernah bermasalah dalam pengerjaan proyek di Jawa Tengah dan Proyek Pembangunan pasar Anom Baru Sumenep,” terang Achmad Zainullah,Ketua KMS Sumenep kepada Madura Expose, Selasa 24 Mei 2016.

Mahasiswa yang biasa dipanggil Zain ini menengarai adanya kongkalikong atau konspirasi diinternal pejabat Pemkab Sumenep. Apalagi dari hasil investigasi yang dilakukan, lanjut dia, indikasi permainan itu dilakukan dengan sangat rapi dan dicurigai melibatkan sejumlah oknum pejabat yang selama ini diduga kerap bermain.

“Indikasinya ada beberapa oknum pejabat Pemkab yang ditengarai ikut memuluskan proses pemenangan tender PT. Trisna Karya. Masalah ini harus kita ungkap bersama agar tidak merugikan uang negara,” tandasnya.

Zain juga mengajak Pemkab dan masyarakat Sumenep untuk membuka mata terkait sepak terjang PT.Trisna Karya yang akan menggarap proyek di RSUD.H.Moh.Anwar Sumenep tersebut.

“Perlu saya tegaskan, bahwa PT Trisna Karya baru ini baru selesai menjalani masa karantina di LKPP Pusat selama dua tahun, karena bermasalah dalam pengerjaan proyek dua paket di Jawa Tengah. Dia juga ditengarai masih punya tanggungan kepada pihak Asuransi ASKRINDO”, tandasnya menambahkan.

Zain juga mencurigai adanya dugaan keterlibatan pihak Sekda Kab Sumenep Hadi Sutarto yang berdasarkan laporan sejumlah orang, yang bersangkutan pernha memasuki ruangan mantan Kepala Bappeda pasca proses verifikasi.

“Ada yang menyampaikan ke saya kalau Direktur PT Trisna Karya pernah masuk ke ruangan Sekda pasca verifikasi. Untuk apa mereka di ruang Sekda kalau tidak ada sesuatu. Apalagi pada saat itu, diruangan Pak Sekda ada juga Direktur Rumah Sakit,” pungkasnya.

Sementara Hadi Sutarto, Kepala Sekdakab Sumenep, dihubngi wartawan melalui telpon genggamnya menepis tuding ikut melakukan konspirasi dalam proses pemenangan PT.Trisna Karya dalam proyek pembangunan RSUD H.Moh.Anwar Sumenep tersebut.

“Saya tidak pernah ikut campur dalam soal tender tersebut. Apalagi sampai ke luar pagar, di dalam pagar saja saya tidak pernah ikut-ikutan soal itu. Terus terang, saya tidak pernah intervensi soal itu,” ujar Hadi Sutarto berdalih. [sam/fer]