Program 99 Hari Bupati Sumenep Diluncurkan di Kecamatan Dungkek

Terbit: 31 Mei 2016 | 18:30 WIB

MADURA EXPOSE– Perjalanan 99 hari program kerja Bupati Sumenep A.Busyro Karim dan Wakil Bupat Achmaf Fauzi kerap mendapat cibiran dan kritik tajam dari berbagai kalangan aktivis karena sebagian item yang dimasukkan dinilai tidak menyentuh langsung terhadap kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan Wirausahawan Muda yang disesaki oleh beberapa usahawan yang sudah berumur diatas 4o tahun. Sebagian lagi menganggap, program tersebut tak lebih dari sekadar balas jasa bagi mereka yang telah mendukung pasangan calon pada Pilkada 2015 silam.

Belakangan muncul suara miring yang cukup menghebohkan dari RuAs Pemuda yang menengarai program 99 hari tidak melibatkan pihak Wakil Bupati Sumenep. Suara lainnya, tak kalah nyaring soal kisruh Pasar Anom Baru Sumenep yang tak kunjung selesai. Belum lagi masalah proyek pasar Pragaan yang diduga terjadi kejanggalan hingga berbuntut pada pemanggilan penyidik Tipikor Polres setempat. Sebanyak 15 orang dipanggil sebagai saksi dalam kasus pasar yang berlokasi tak jauh dari Pondok Pesantren Al-amin Prenduan tersebut.

Pantauan Maduraexpose.com, peluncuran program 99 hari kerja Bupati dan wabup Sumenep kali ini dipusatkan di Kantor Kecamatan Dungkek, Sumenep. Selain kepala SKPD, Camat, para Kepala Desa dan tamu penting lainnya, tampak hadir Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma ditempat kegiatan, Selasa (31/05/2016).

Sejak acara dimulai, matahari tampak sangat menyengat dan membuat para undangan terlihat kepanasan yang amat sangat, hingga mereka berusaha mencari kipas buatan dengan kertas seadanya. Sebelum program 99 hari kerja diluncurkan, panitia terlebih dahulu menghadirkan tari-tarian khas keraton Sumenep,

Riuh tepuk tangan ratusan pengunjung dan undangan yang menyaksikan tari-tarian khas keraton itu tampak semringah dan antusias mengikuti pertunjukan selesai. Tiba-tiba sejumlah awak media tampak serius mengalihkan kameranya kedalam pendopo kecamatan, tempat undangan khusus menempati kursi tamu. Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata yang menjadi perhatian sejumlah wartawan itu adalah jarak duduk antara Bupati dan Wakil Bupati yang terlihat sangat renggang.

‘Coba-coba lihat tuh, Bupati dan Wabupnya kok terkesan ambil jarak begitu ya. Mana kameramu, ayo foto biar seru,” ujar Samaudin, salah satu wartawan media online sambil menarik tangan Madura Expose supaya mengambil foto seru tersebut.

Peluncuran program 99 hari kerja Bupati dan Wabup Sumenep ini juga ditutup dengan pemberian alat-alat pertanian dan sunatan massal yang didukung penuh oleh pihak Bank BPRS Bhakti Sumekar.

“Sunatan massal ini untuk kebaikan,” ujarnya singkat. [fer/*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *