MADURAEXPOSE.COM–Berbagai macam reward dan penghargaan yang selama 4 tahun kepemimpinan Ach. Syafi’i dan Kholil Asyari (ASRI) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan rupanya menjadi bahan cibiran dan sorotan banyak aktivis, semisal gelar wajar tanpa pengecuali (WTP) yang dianggap belum sepenuhnya mewakili keterserapan APBD Kota Gerbang Salam sejak empat tahun terakhir.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Hal itu diulas secara blak-blakan oleh Abdul Bari Malap (Presma Unira) melalui akun facebooknya BerryEl-warowi Ibnu Abdul Qodir. Berikut status lengkapnya yang dilansir MaduraExpose.com, Jum’at 7 April 2017.

Serba serbi dlm acara Focus Group Discussion (FGD) “4 Tahun kepemimpinan Ach. Syafi’i & Kholil Asyari (ASRI)

PALING KANAN: Agus Sujarwadi Calon Bupati bersama Bupati Ach.Syafii dan peserta FGD [facebook]

1. Pernyataan dr pihak pemerintah bahawasanya kepemimpinan ASRI selama ini sudah berprestasi dgn mendapatkn berbagai macam2 riward dan Pamekasan sellu dpt gelar wajar tanpa pengecuali (WTP) padahal serapan APBD pamekasan sejak empat tahun in sangat minim serapannya (mentok 87%).

2. Statmen Bupati dimentahkn dgn pernyataan Dewan Pendidikan ketika membahas soal Pamekasan Kota/Kabupaten Pendidikan yg tdk jelas arah kebijakan pemerintah pamekasan mengenai apa esensi dr Kota/Kabupaten Pendidikan hingga saat ini.

3. Prestasi yg konon sudh maksimal dr sisi kesehatan, dimentahkan dgn pemaparan dari Ketua Partai Gerindra A Agus Sujarwadi ketika beliau memaparkan ketidak seriusan Bupati dlm menyambani orang2 sakit (tdk sesuai dgn janji2 kampanyenya) hal tersebut diperkuat dgn ketidk maksimalan pelayanan kesehatan di RSUD dgn bertebarannya KLINIK2 dikawasan pamekasan karena Dokter lebih banyak inten di Klinik dr pd ngantor di RSUD #Ketua/pengurus PDI-P, dan Politisi dr partai oposisi tersebut juga menyinggung pengelolaan sampaah (TPA) yg didesa angsanah dgn anggaran ug fantastis 30 M. Jk dibandingkan fisiknya masih lebih bagus di probolinggo yg hanya 7 M., selain itu TPA tersebut memurutnya akan berdampak pencemaran yg tdk menyehatkan bagi masyarakat setempat.

3. Wacana prestasi pemerintah Kab. Pamekasan lagi2 dimentahkan dgn sanggahan para audien pasalnya dlm diskusi tersebut banyak pihak yg melontarkn statmen dan pertanyaan pedas trhdp bupati mulai dr kaitannya dgn Pamekasan kota GERBANG SALAM yg prostitusi remang2 masih jd rahasia umum, narkoba masih marak, dekadensi moral semakin meningkat, kesenjangan sosial mulai dr rumah tdk layak dll masih bertebaran, penerapan perbub hiburan tdk terlaksana, PAD hiburan sangat minim, infrastruktur pembangunan masih ttp jaln ditempat dan terllu banyak indikator kecaman kegagalan trhadap kepemimpinan ASRI.

Dengan demikian kami BEM UNIVERSITAS MADURA berharap kepda semua pihak utk terus mengawal dan ambil bagian terhadap kemajuan pamekasan kedepan. Dan dari beberapa rekomendasi yg telah didiskusikan td benar2 dijadikan PR besar bagi para penguasa dan dituangkan pd ection dlm menjalankn pemerintahn kedepan.

Semoga hal ini menjadi awal yg baik bagi semua pihak.
Mohon maf atas ketidak sempurnaan dr kami.
A/N Abdul Bari Malap (Presma Unira)

[Ferry]