Scroll untuk baca artikel
Dewan Pers

Politik Belah Bambu,“Yang satu diangkat yang satu diinjak”

Avatar photo
240
×

Politik Belah Bambu,“Yang satu diangkat yang satu diinjak”

Sebarkan artikel ini

Dewan pers seharusnya berperan sesuai yg diamanahkan Undang Undang nomor 40 thn 19 99 tentang Pers yang Salah satu fungsinya “membina pers, bukan mebinasakan pers, apalagi bersikap “peres”. Sesuai Undang Undang pers tsb juga, Dewan Pers bukan sebagai lembaga legislasi dan verifikasi penentu kelayakan organisasi maupun media, namun, yang ada harusnya membina organisasi wartawan dan mendata media perusahaan pers.

Sebagai pelopor organisasi wartawan reformis, KWRI yang lahir dari rahim reformasi yaitu pada Tanggal 22 Mei tahun 1998. Tepatnya satu hari ketika runtuhnya simbol simbol kekuasaan orde baru yang diwarnai berbagai Macam gejolak.

Sebagai pioner organisasi wartawan reformis, KWRI telah banyak andil memberikan kontribusi positif, terutama dalam memperjuangkan kemerdekaan pers yang independen melalui pergerakan aksi aksinya, baik diera Presiden B.J Habibi, sebagai team perumus pembentukan kode etik wartawan (KEWI) dan lahirnya majelis pers yang meng-afiliasi 28 organisasi wartawan dengan merancang dan merumuskan RUU pers yang membuahkan hasil lahirnya Undang Undang nomor 40 thn 1999 tentang Pers, yang mengamanahkan lahirnya Dewan Pers Independen.

Dampak eksistensinya telah mendapat apresiasi bapak Yunus Yosfiah selaku menteri penerangan dengan merekomendasi berkantor di Gedung Dewan Pers kebon sirih 32/34 jakarta,walaupun dalam perjalanan departemen penerangan dibubarkan oleh peresiden abdurrahman wahid.

Untuk meneruskan perjuangan pers tentu KWRI turut meratifikasi kode etik wartawan (KEWI) menjadi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan memberikan penguatan-penguatan terhadap dewan pers. Tentu Kami sangat perihatin menyikapi pers Nasional Khususnya di era kemerdekaan pers saat ini.

------------------------