Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

PHE ‘Ngemis’ Biaya Pengeboran Murah di Madura

Avatar photo
96
×

PHE ‘Ngemis’ Biaya Pengeboran Murah di Madura

Sebarkan artikel ini
Kawasan eksploitasi migas di Sampang, Madura. Foto: Ferry Arbania

PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) berharap mendapat biaya pengadaan rig dan servis pengeboran yang lebih murah hingga 25 persen, guna memulai pekerjaan pengeboran 5 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi baru, tahun 2016 mendatang.

Presiden General Manager PT PHE WMO, Boyke Pardede, mengatakan proses tender pengadaan 3 anjungan sedang berlangsung. Sementara proses pengadaan rig untuk pengeboran 5 sumur pengembangan dan 1 sumur eksplorasi masuk tahap prakualifikasi.

“Semoga biaya pengadaannya bisa lebih murah sehingga pelaksanaanya bisa lancar,” kata Boyke, Kamis 9 Juli 2015.

Dia menyebut, dulu harga sewa rig US$130 ribu per hari. Dan, total biaya total termasuk servis bisa mencapai US$300 ribu per hari.

“Saat ini, karena harga minyak dunia turun 50 persen, PHE WMO berharap harga sewa rig dan servis pengeboran bisa turun 25 persen,” ujar dia.

Menurut Boyke, pengeboran 5 sumur pengembangan dan untuk 1 sumur eksplorasi sebenarnya merupakan proyek tahun 2015, yang sempat tertunda.

Boyke menilai mulai 2016 harga minyak dunia secara bertahap akan naik. Sehingga nilai ekonomis sumur-sumur baru akan semakin tinggi, sejak awal produksi tahun 2017 sampai 5 tahun berikutnya.

“Terlebih jika biaya pengeboran bisa turun hingga 25 persen,” tegasnya.

Sementara, PHE WMO tetap berkomitmen mendukung kinerja industri migas nasional. Di tengah harga minyak dunia yang mengalami penurunan.

Sedangkan di awal 2015, PHE WMO masih ada aktivitas pengeboran, pengembangan dan pekerjaan lainnya guna memenuhi target produksi. Tapi, karena harga minyak masih belum membaik, pengeboran sumur lainnya tertunda.

------------------------