Petani rumput laut Desa Tanjung, Saronggi, Sumenep, Jawa Timur (Dok.MaduraExpose.com)

Sumenep, MaduraExpose.com- Tata niaga masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belakangan ini kian memperihatinkan. Hal itu diakui kalangan petani setempat, karena kualitas rumput laut yang sejak dulu dikenal sangat bagus kini berubah mengecewakan. Di duga faktor lingkungan dan cuaca buruk yang sulit disiasati warga setempat.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Budidaya rumput laut adalah satu-satunya mata pencaharian kami di Desa Tanjung, Saronggi. Meski sebagian tinggal di pegunungan, tapi mayoritas mereka menghidupi keluarganya dari hasil laut”, ujar Sunandar kepada MaduraExpose.com.

Disela keputus asaan yang mendera sulitnya mata pencaharian saat ini, pihaknya berharap uluran tangan pemerintah daerah, agar tidak berpangku tangan membantu mengentaskan problem petani rumput laut di desanya.

Sunandar menambahkan, ibarat sudah terjatuh pihak petani rumput laut di desanya malah tertimpa tangga. Pasalnya, disamping hasil produksi yang terus merosok, kebanyakan pembeli maupun pemborong yang membeli rumput laut petani kebanyakan masih menunggak.

“Kalau dulu enak, sekarang malah tambah ruwet. Harga rumput laut dibeli murah dan uangnya juga tidak langsung dibayar. Pembelinya kebanyakan masih ngutang Mas”, pungkasnya.

 

(M2d/Fer)