MADURAEXPOSE.COM–Sejak dinyatakan sebagai zona merah penyebaran Covid-19, warga kota dikawasan Perumahan Kolor dan Satelit Desa Pabian mulai gelisah khawatir tertular,termasuk dampak lainnya yang akan berimbas pada aktivitas perekonomian warga setempat.

“Sejak adanya salah satu tetangga kami yang dinyatakan positif coronavirus. Pemukiman kami langsung dikakukan lockdown,” ujar H. Imam Muhlis, tokoh masyarakat yang tinggal di Perum Satelit, Desa Pabian, Kecamatan kota kepada awak media seperti dilansir maduraexpose.com, Rabu 29 April 2020.

Penerapan “l0ckdown” di Perum Satelit ini membuat warga gelisah dan tidak nyaman bahkan aktivitas menjadi sangat terbatas.

“Sejak di lockdown kemarin, banyak sekali keluhan warga karena merasa seperti dikarantina. Problem lainnya terkait kebutuhan pangan yang belum terpenuhi,” timpalnya.

Imam Muhlis juga berharap kepada Pemkab Sumenep agar
Dilakukan Rapid test masyarakat, terutama daerah yang terkena dampak.

Selain itu, Imam Muchlis meminta penjagaan posko diperketat supaya tidak kebobolan lagi.

Sebelumnya, Bupati Sumenep Busyro Karim, mengumumkan adanya 4 Warga yang terkonfirmasi COVID-19 hingga dinyatakan Zona Merah. .

“Yang positif itu, merupakan warga yang ikut pelatihan tenaga kesehatan haji ke Surabaya,” terang Busyro saat konferensi pers Jum’at 24 April 2020 malam.

Keempat Warga Sumenep yang positif Corona atau Covid-19, jelas Busyro, ada empat orang, yaitu AA, IF Warga Desa Kolor, IFW asal Desa Kebon Dadap Timur, dan RWH Desa Rubaru.

(fat/ami)