Scroll untuk baca artikel
POLICELINE.ID

Pertemuan Surya Paloh-Jokowi Bahas Pemilu, NasDem Akan Tinggalkan AMIN?

Avatar photo
96
×

Pertemuan Surya Paloh-Jokowi Bahas Pemilu, NasDem Akan Tinggalkan AMIN?

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com- Dinamika politik terkini terkait Pemilu 2024, rupanya menjadi salah satu topik pembicaraan dalam pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresiden, Jakarta, Minggu (18/2/2024).

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Staf Presiden Ari Dwipayana, tapi ia enggan membeberkan lebih jauh sedalam apa pembahasan terkait politik dan pemilu di antara kedua tokoh tersebut.

“Silaturahmi membicarakan agenda agenda kebangsaan, menghadapi berbagai tantangan global, termasuk hal-hal yang terkait dinamika politik dan pemilu,” katanya kepada wartawan, Minggu (18/2/2024).

Ari mengatakan, Jokowi selalu menekankan tentang silaturahmi dengan tokoh bangsa. Menurutnya, silaturahmi itu untuk kebaikan bangsa.

“Seperti yang disampaikan Presiden beberapa waktu yang lalu, silaturahmi dengan tokoh bangsa, dengan tokoh politik sangat baik, apalagi untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata Ari.

Diketahui, Surya Paloh menghadap Presiden Jokowi di Istana, malam ini. Pihak Istana menyebut sebelumnya Surya Paloh memohon untuk menghadap Jokowi. “Sebelumnya, Bapak Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk menghadap Bapak Presiden,” ujarnya

Sementara pihak NasDem melalui Bendahara Umum (Bendum) Partai NasDem Ahmad Sahroni membenarkan bila Ketum Surya Paloh dipanggil Jokowi sore ini. Sahroni menyebut pertemuan kedua tokoh ini bisa saja untuk silaturahmi. “Benar sekali (ke Istana). Mungkin silaturahmi saja kali,” ujar Sahroni.

Meski disebut sebagai silaturahmi biasa, tapi publik bisa saja menangkap sebagai pertanda Partai NasDem akan balik badan dari Timnas AMIN. Sebab sebelumnya, Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno memprediksi ada tiga partai politik yang berpotensi tergoda bergabung kubu Prabowo-Gibran, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai NasDem.

------------------------