Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Pers Bermartabat, Bukan Mesin Penindas!

Avatar photo
82
×

Pers Bermartabat, Bukan Mesin Penindas!

Sebarkan artikel ini

Rakyat butuh wartawan dan Media Pers yang fair, cerdas dan punya nyali untuk menyampaikan informasi yang melepaskan diri dari intimidasi dan intervensi. Pers harusnya mampu bergerak di lingkungan yang secara ekstrim berada di antara racun dan kebenaran, yang dicemari kerahasiaan resmi, kepentingan bisnis, aliansi-aliansi pemerintah-bisnis, dan kampanye public relations korup yang dilancarkan rejim yang zalim.
Tahun 2015 hendaknya menjadi era penerangan. Insan media hendaknya seperti burung elang yang terbang menuju era baru: membawa masyarakat pada berita yang adil dan jujur, apapun resikonya. Media harus melawan balik setiap kebohongan “resmi” dan berita palsu, secara otomatis para wartawan berfungsi sebagai penjaga kebenaran. Bukan malah berubah menjadi (maaf:) anjing bulldog yang mengamankan kepentingan pihak-pihak jahat dengan upaya pengaburan dan pemalsuan berita.

Sebagai ilustrasi bentuk intervensi, maupun upaya pembungkaman pelaporan berita-pasca 9/11 sebagaimana yang diungkapkan Christiane Amanpour dari CNN dan CBS pada acara Topic yang diasuh Tina Brown di CNBC 10 September 2003 : “Saya kira pers dicocok hidungnya dan saya kira pers mencocok hidungnya sendiri. Maaf, harus saya katakan begitu, tetapi tentu televisi dan mungkin pada tingkat tertentu termasuk televisi saya – diintimidasi pemerintah dan para serdadunya di FOX News. Dan, nyatanya itu menghadirkan iklim ketakutan dan swa-sensor dalam hal siaran yang kami lakukan…”
Manipulasi Besar Itu.

Dalam buku A Pretex for War, reporter keamanan nasional dan pengarang James Bramford menulis serdadu-serdadu rahasia Miller saat meliput pencarian senjata pemusnah massal di Irak: Seorang perwira militer mengeluh, Miller kadang-kadang ‘mengintimidasi’ tentara dengan membawa-bawa nama Menteri Pertahanan Donald Rumsfeld atau Wakil Menteri Douglas Feith. Miller, punya riwayat kelas satu yang mencakup keahlian di bidang senjata pemusnah massal, tampaknya sudah membuat pakta jurnalis dengan setan.

------------------------