Istimewa

MADURA EXPOSE– Beredarnya Foto mesum yang diduga mirip anggota DPRD Pamekasan dari Fraksi PPP berinisial IS dengan perempuan Berinisial AD yang menjadi buah bibir di masyarakat mengundang perhatian dari tokoh luar Pamekasan. Tamsul, Sekertaris Jendral Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) mengatakan bahwa persoalan itu harus segera disikapi secara serius.

Tokoh Pemuda asal Kota Bahari Sampang ini menilai, dirinya sempat berkomunikasi dengan perempuan yang ada di foto tersebut.

“Harus hati – hati, Karena dia si perempuan ini sudah mulai terancam dan hanya pasrah dengan apapun yang akan terjadi.”ujarnya.

Menurut Tamsul, persoalan ini menyangkut persoalan moral seorang pemimpin (Wakil Rakyat,Red) yang sering mengkampanyekan sebagai Partai Islam.

“Prilakunya tidak hanya mencemarkan nama baik Partai, tetapi juga menciderai rakyat Pamekasan.” tandas Tamsul kepada Madura Expose melalui Akun Blackberry Messenger nya, Jum’at dini hari, 18 Maret 2016.

Terlepas dari pro dan kontra munculnya foto-foto mesra yang dikatakan mirip dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur itu, maka menurut Tamsul semakin menarik untuk ditelusuri karena pertama, dugaan pelaku dalam foto mesum tersebut memiliki jabatan politik yang cukup strategis dilingkungan DPRD setempat.

“Seharusnya anggota dewan bisa memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat, apalagi diberangkatkan dari Partai Politik besar yang dikenal dengan penganut Islam taat.” Singgung Tamsul pedas.

Hal penting lainnya yang harus diusut tuntas soal foto mesum miri anggota DPRD Pamekasan tersebut, lanjut Tamsul, oknum wakil rakyat tersebut dinilai sudah merendahkan nilai-nilai kemanusiaan, terutama memanfaatkan kelemahan perempuan untuk sekedar dijadikan penghibur dalam kehidupan pribadinya tanpa memperhatikan dampak psikologis yang ditimbulkan akibat dari perbuatannya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Bahkan secara mengagetkan, hasil komunikasi Tamsul dengan perempuan yang diduga jadi korban itu menuliskan pesan terakhir disalah satu akun medsos nya. Pesan terakhir yang dimaksud Tamsul tersebut isinya adalah,

“Simpan sma ini baik2…takut x ntar ada sesuatu yang buruk tjd kpd q,pelaku x adlh laki2 itu & orang2 suruhan x…sbagian gambar ini berkaitan dg koleksi foto & status q di fb q’”, imbuh Tamsul menirukan pesan terakhir pemilik foto yang menyebar dengan seorang pria yang diduga anggota DPRD Pamekasan tersebut.

“Artinya korban sudah faham dengan konsekuensi yang akan diterima ketika persoalan ini muncul kepermukaan. Dia merasa terancam jiwanya, maka perlu keterlibatan Negara melalui kepolisian untuk memberikan rasa aman dan perlindungan kepada korban.” Jelasnya.

Tamsul juga mengatakan, penindasan dan kekerasan terhadap perempuan dalam terminologi agama dan sosial tidak hanya berbentuk kekerasan fisik akan tetapi kekerasan psikis. Karena, hilang rasa percaya diri, frustasi dan merasa tidak aman.

“Sudah waktunya semua pihak untuk melihat persoalan ini secara jernih, agar kekerasan terhadap perempuan baik secara fisik dan psikis bisa dihentikan demi menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.” yutup Tamsul dengan penuh rasa prihatin.
screenshot-facebook-wanita-dengan-pria-mirip-anggota-dprd-pamekasan
Reporter: Addarori Ibnu Wardi
Redaktur: Ferry Arbania
Sumber: Maduraexpose.com