Penjelasan Restu Annuqayah Bila PKB Usung KH Unais Ali Hisyam, Tak Jadi Bubar

0
101

MADURAEXPOSE.COM– Keluarga besar Pesantren Annuqayah tengah mendapat gonjocangan politik dari PKB yang ingin mengusung salah satu tokoh mudanya untuk dicalonkan pada Pilkada Sumenep 2020.
PKB seperti sangat memaksa untuk mengambil Putra Annuqayah untuk mendampingi Bacabup Fattah Jasin, tokoh yang sudah mendapat rekom PKB untuk melakukan konslidasi dengan berbagai golongan.

Semula, Annuqayah mengutus KH Mohammad Shalahuddin Warist alias Ra Mamak untuk mencalonkan diri sebagai Bacabup Sumenep 2020. Ra Mamak sendiri merupakan Ketua DPC PPP Sumenep yang juga sudah mendafatarkan diri ke PKB sebagai Bacabup.
Namun dalam perkemabangannya, PKB meminta Ra Mamak untuk menjadi Calon Wakil Bupati mendampingi Fattah Jasin, namun ditolak. Hal itu disampaikan oleh Kiai Hazmi Basyir, salah satu keluarga Besar Pesantren Annuqayah yang selama ini memberi dukungan dan restu penuh kepada Ra Mamak.

“Kalau kami mau sudah sejak dulu selesai tidak ribur-ribut seperti ini. Kalau Ra Mamak dibolehkan oleh kami di M2,” urainya kepada Santrinews.com, Senin 27 Juli 2020.
PKB Sendiri seperti sangat memaksa untuk mengambil calon wakil bupati dari Annuqayah. Hal itu terbukti dengan mengambil Kiai Ali Fikri Warist, kakak kandung Ra Mamak yang sama-sama kader DPC PPP.

Kendati demikian, ketika ditanya apakah Annuqayah tetap tidak mau Ra Mamak Jadi M2 ketika PKB mengganti Fattah Jasin ke Kiai Unais Ali Hisyam?

Kiai Hazmi mengatakan, pihaknya belum pernah berpikir ke arah yang demikian. “Kita belum pernah membahas plan A, B dan C. Cuma keberangkatan Ra Mamak ini kan muncul dari permintaan Alumni, simpatisan kemudian dukungan dari keluarga besar. Dan semua sama. Ra Mamak itu harus di M1,” terangnya.

Menurut Kiai Hazmi, sikapa Annuqayah bisa saja berubah bila PKB mengusung Kiai Unais Ali Hisyam. “Entah nanti kalau ada perkembangan, misalnya tahu-tahu ada perubahan, tidak tahu kan dinamis politik itu. Artinya sampai pendaftaran di KPUD, semua serba mungkin,” terangnya.

Ia menegaskan, Annuqayah tetap bersikukuh hanya memberi restu kepada Ra Mamak bukan Kiai Fikri. Bahkan ia menilai, sikap Politis PKB sudah. PKB, sambungnya, semestinya lebih baik tidak mengambil Kiai Fikri bila sudah tidak berkenan dengan tawaran Annuqayah.
“Seperti orang mau tunangan, Ya kalau Ra Mamak tidak bisa jangan ambil yang lain agar tidak jadi perpecahan. Itu sudah suara kami waktu itu. Sampai ke DPW, DPP, Kiai-Kiai Sepuh Annuqay menghubungi. Minta Tolong agar tidak bikin Gaduh. Karene Prinsip kami dari awal Ra Mamak,” pungkasnya. (ari/NS)