MADURAEXPOSE.COM— Sejak dua hari terakhir, puluhan PKL di Sumenep mulai tidak kondusif karena merasa diperlakukan tidak adil oleh pihak pengelola kios yang saat ini masih dalam proses penyelesai bangunan permanin di kawasan Pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Sekarang kisruh lagi Mas, pasalnya banyak teman-teman anggota paguyuban PKL yang tidak kebagian kios permanin di Bangkal, ” ujar Rudi Hartono, Sekretaris Paguyuban PKL Taman Adipura Sumenep kepada Maduraexpose.com, Sabtu (28/01/207).

Pernyataan senada juga disampaikan Cak Dul, Ketua Paguyuban PKL Taman Bunga. Menurutnya ada belasan anggotanya yang sering protes karena tidak kebagian kios. Pihaknya meminta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk tidak arogan dalam menerapkan kebijakan.

“Ada belasan anggota saya yang tidak kebagian kios PKL di Bangkal. Kami minta agar anggota kami tidak diperlakukan seenaknya, karena mereka adalah korban relokasi,” ujarnya dengan nada emosi.

Sementara Syaiful Bahri, Kepala Disperindag saat dikonfirmasi melalui telpon genggamnya tidak membantah adanya puluhan PKL yang protes karena tidak kebagian kios PKL dekat Pasar Bangkal.

“Yang tidak terakomodir karena kepemilikan kios lebih dari satu untuk satu Kepala Keluarga atau KK. Kalau dalam satu KK semisal anak, bapak, istri dan anak tetap diberi jatah satu kios. Karena yang bertanggung jawab tetap KK. Kalau misalnya pisah KK maka kami beri satu-satu. Kemarin ada pendaftaran baru, ada pendaftaran di Disperindag.Cuma daya tampungnya terbatas, maka pendaftar baru dipanding dulu.Jadi, Kami minta maaf karena keterbatasan kios yang ada,”ujar Syaiful Bahri, Kepala Disperindag, Sumenep kepada Maduraexpose.com . [Ferry]