Prof. Dr. KH. Abd. A’la/ISTIMEWA.

MADURAEXPOSE.COM– Pengasuh pondok pesantren Annuqayah, Prof. Dr. KH. Abd. A’la kembali menegaskan, kegiatan orang atau kelompok dengan menyerahkan seribu tanda tangan kepada Presiden RI, Joko Widodo agar merestui Khofifah Indar Parawansa maju di Pilgub Jawa Timur tahun depan bukan bagian dari peringatan Hari Perdamaian Internasional yang dilaksanakan di Auditorium As-Syarqawi Instika, Minggu, 8 Oktober 2017, lalu.

Kali ini, penegasan itu disampaikan melalui akun Facebooknya, Abd. A’la. Pernyataan tegas tersebut diposting sekitar pukul 09.00 WIB. Hingga berita ini ditulis sekira pukul 11.00 WIB, status itu sudah disukai 164 akun, mendapat 31 komentar dan 10 kali dibagikan.

Dalam statusnya, pertama-tama Kiai Abd. A’la menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara internasional yang mengangkat tema: Perempuan Berdaya, Komunitas Damai.

“Saya menyampaikan terima yang sebesar-besarnya kepada Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo, juga kepada Neng Yenni Zannuba Wahid, kepada semua awak media, Wahid Foundation, UN Women, Panitia, Bapak Prof. Pratikno (Mensesneg), dan semua pihak yang ikut menyukseskan Peringatan Hari Permaian seDunia di PP Annuqayah, Ahad 8 Oktober 2017 lalu.” Demikian awal status Kiai Abd. A’la.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Kemudian, Rektor Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) ini menegaskan bahwa dia tidak mempermasalahkan siapa mendukung siapa. Karena menurutnya, hak setiap orang untuk mendukung siapa pun. Begitu pula hak setiap orang didukung siapapun.

“Namun saya menyesalkan dan mengutuk adanya upaya-upaya yang ingin mendompleng, bahkan dengan segala cara ngerecoki acara terhormat di Annuqayah,” sambungnya.

Terkait hal itu, Kiai Abd. A’la juga menegaskan memiliki bukti A1. “Saya terlibat sejak awal proses permohonan kami ke Presiden untuk menghadiri acara di Annuqayah sampai selesainya acara tersebut,” tulisnya sebelum diakhiri kata ucapan terima kasih, dan permohonan maaf.

Seperti banyak diberitakan sebelumnya, kunjungan Presiden RI ke Annuqayah “dimanfaatkan” oleh sejumlah orang yang tergabung dalam Aliansi Santri, Pengasuh Pondok Pesantren dan Kiai (Aspek). Mereka menyerahkan sebuah berkas berisi 1000 tanda tangan untuk Khofifah kepada Presiden RI.

(jun/mex)