PACAR SUKA MENGIRIM FOTO EROTIS?

0
2160

23-300x225Bagi pasangan yang dimabuk asmara, berkirim pesan mesra adalah hal yang lumrah. Namun ada juga yang terlalu jauh sampai mengirimkan foto diri yang tengah telanjang atau berbusana minim kepada kekasih. Menurut peneliti, ada yang salah dengan orang seperti ini.

Sebuah penelitian yang digelar ilmuwan dari California State University baru mengungkapkan bahwa wanita yang mengirim foto dirinya sendiri tengah berbusana seksi atau bahkan telanjang cenderung memiliki kepribadian neurotik dan tidak menyenangkan (disagreeable).

“Salah satu karakter yang tidak berhubungan dengan sexting adalah sifat mencari sensasi, atau keinginan akan hal yang baru. Artinya, dia mengirim pesan erotis lebih untuk menarik perhatian kekasih daripada memberikan kepuasan seksual bagi dirinya sendiri,” kata peneliti, Robert Weisskirch, Ph.D., seperti dilansir Men’s Health.

Menarik perhatian atau menggoda pasangan dalam konteks ini sebenarnya lebih mirip jebakan.

Orang dengan kepribadian neurotik adalah orang yang cenderung gelisah dan cemas atas segala hal. Sedangkan orang-orang yang memiliki karakter tidak menyenangkan (disagreeable) cenderung manipulatif.

“Sexting (mengirim foto seksi atau bahkan telanjang) adalah jenis upaya yang putus asa agar seseorang untuk mau menanggapi dia,” kata Weisskirch.

Weisskirch menambahkan, orang-orang umumnya menggunakan pesan provokatif untuk menarik pasangan baru. Wanita melihat sexting sebagai upaya agar kekasih tetap tertarik dan menanggapi cintanya. Mengirim foto telanjang yang jelas lebih berisiko ketimbang SMS adalah adalah tanda seorang wanita ingin menjalin hubungan dan komitmen yang lebih serius.

“Salah satu faktor penting, ketahui tahap hubungan Anda. Jika Anda telah berhubungan begitu lama dan dia mau melepas bra dan celana untuk difoto, bisa jadi ini hal yang baik. Tapi jika baru 2 kali kencan, Anda sebaiknya pergi,” kata Weisskirch.

Sexting yang terlalu dini menunjukkan tingkat pengambilan risiko yang menunjukkan kurangnya keterampilan membina hubungan jangka panjang, misalnya memahami batas privasi dan komunikasi yang baik. Menurut Weisskirch, bisa jadi wanita tersebut sedikit ‘gila’ atau terlalu sensitif dengan status pasangan yang diposting di Facebook.

(pah/vta)