Ngopi Bareng Wartawan: Wujud Nyata Kemitraan Profesional

Terbit: 7 November 2014 | 22:45 WIB

bupati-sumenep-ferry-arbaniaSetelah sukses menggelar suasana dialogis dengan seluruh lapisan masyarakat bawah lewat program Ngobrol Pintar (Ngopi) bareng dengan sejumlah masyarakat kecil seperti petani dan nelayan.

Saat tiba giliran awak media (insan pers) menyampaikan gagasan ide ataupun ‘unek-unek’ yang berkaitan dengan perkembangan Sumenep agar menjadi jauh lebih baik dalam peningkatan kinerja aparatur maupun segala hal yang berkaitan dengan program kesejahteraan masyarakat.

Acara temu bupati dan insane Pers Sumenep itu di prakarsai bagian Humas Pemkab dan dinas Kominfo beserta sejumlah dinas terkait, yang menginginkan agar tercipta jalinan kerjasama yang lebih fair dan professional antara pejabat eksekutif dan para pewarta.

“Temu kangen wartawan dengan bapak bupati ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk melakukan komunikasi yang lebih dinamis. Silahkan dari rekan-rekan pers yang hendak menyampaikan masukannnya langsung ke Bapak Bupati”, ujar Sofiyanto, Kabag Humas Pemkab Sumenep.

Sesi pertama dialog dengan Bupati Sumenep, dimanfaatkan oleh Ferry Arbania, wartawan Memorandum guna menyampaikan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada awak media untuk menyampaikan langsung segala permasalahan yang berkembang dilapangan, utamanya yang berkenaan dengan program pemerintah daerah.

Didepan bupati dan awak media, Ferry juga meminta Bupati Sumenep agar memperhatikan tugas berat para wartawan dalam menyajikan berita dimedia masing-masing.

“Selain itu kami berharap bapak bupati juga bisa memberikan ruang yang lebih luas kepada insane pers agar tidak terjadi pengkotakan. Semua wartawan sebaiknya diperlakukan sama dikalangan pejabat dalam menjalankan tugasnya”, terangnya.

unnamedSementara Bupati Sumenep KH. Busyro Karim dalam tanggapannya menyampaikan respon positif, terkait adanya upaya peliputan maupun penyajian berita didasarkan pada latar belakang pendidikan para pencari berita tersebut.

Meski tanpa harus adanya pengkllasifikasian, Bupati berharap penyajian berita akan lebih terasa maksimal ketika sang pewarta memiliki spesifikasi sesuai latar belakang pendidikan.

“Hasilnya pasti beda apabila wartawan menulis berita berdasarkan latar belakang pendidikan dan kemampunannya. Misalnya yang ahli hukum akan sangat pas jika menyajikan berita hukum dan seterusnya”, terang Bupati Sumenep, KH. Busyro Karim, Sabtu (26/4) malam bertempat di Kedai HK di Jalan Trunojoyo Sumenep.

Dijelaskan bupati, menjadi sangat beda seorang wartawan yang hanya mengetahui sedikit hal dari banyak hal. Dicontohkan juga, seorang jurnalis, tak sedikit yang juga memiliki kemampuan sedikit hal tetapi penguasaan terhadap persoalan tertentu sangat luar biasa.

Selain itu Bupati Sumenep juga menyampaikan terimakasih kepada wartawan yang telah membantu suksesnya pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 kemarin dengan aman dan lancer.

“Kami sangat berterimakasih kepada semua rekan wartawan di Sumenep yang telah membantu menciptakan suasana tenang dan Pilleg sukses pada 9 April 2014 kemarin. Ini semua berkat dukungan penuh dari insan pers”, lanjut Bupati yang juga mantan Ketua DPRD Sumenep dua priode ini.

(G2k/sal***)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *