google-site-verification=z073w0T47EKXeUcyWSJmbNcqXzBLkC5LqRKGxyKHWao

Rizieq Versus Soekarno: Siapa Lebih Hebat?

Oleh: Syahganda Nainggolan Aktivis Sabang Merauke Circle  https://youtu.be/uE7_iJSrt4A SUATU waktu beberapa tahun lalu, sopir rental dan sahabat politik saya, Harun Songge, memberitahu saya di subuh hari bahwa perjalanan ke Gunung Kelimutu, Flores...

Reuni 212, Mengukur Kekuatan Oposisi

Tony Rosyid https://youtu.be/uE7_iJSrt4A Pilpres sudah usai. Jokowi presidennya. Lepas kontroversi yang terus jadi memori, Jokowi sudah dilantik. Bahkan sudah juga melantik para pembantunya di kabinet. Secara politik, Jokowi makin perkasa....

Anies dan Ahok, Kenapa Dibenturkan?

Tony Rosyid (Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa) Indonesia terus gaduh! Diantara sumber kegaduhan adalah adanya persekusi, maraknya isu kriminalisasi dan manipulasi pemilu, tindakan represi aparat dan berbagai narasi-narasi permusuhan. Pilpres...

Gerindra di Kabinet Jokowi dan Gagalnya Pemilu Kita

Oleh: Ahmad Nurcholis, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tiongkok Maduraexpose.com--Bergabungnya Prabowo dalam kabinet Jokowi periode kedua menggugah kita untuk mempertanyakan kembali urgensi kontestasi pemilu beberapa bulan lalu. Apakah...

Haruskah Jokowi Otoriter Supaya Ekonomi RI Tumbuh Tinggi?

Demokrasi memang gaduh. Jargon suara rakyat adalah suara Tuhan (vox populi vox Dei) membuat setiap orang berhak mengemukakan pendapat. Namanya suara Tuhan, ya harus didengar. Usai reformasi 1998,...

Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?

Tony Rosyid Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa 99,99 persen Gerindra gabung istana. Tak ada lagi ruang untuk berpikir oposisi bagi Gerindra. Bicara Gerindra, maka tak ada ubahnya bicara Prabowo....

Penusukan Wiranto: Antara Fakta, Opini dan Narasi

Oleh Nasrudin Joha Peristiwa penusukan Wiranto itu merupakan satu fakta, pelaku dikaitkan dengan ISIS dan JAD itu opini, sementara Jokowi mengajak segenap elemen anak bangsa untuk memerangi radikalisme...

Anjing Penggonggong Istana dan Moeldoko

Oleh: Edy Mulyadi (Wartawan Senior) KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko membuat pernyataan jujur dan mengejutkan. Dia bilang, istana tidak lagi memerlukan buzzer alias para penggonggong. Saya lebih suka menyebut mereka dengan penggonggong....