Scroll untuk baca artikel
RANAH PESANTREN

Mengejar Makna Santri Sejati

Avatar photo
49
×

Mengejar Makna Santri Sejati

Sebarkan artikel ini
Siswa Mts Pondok Pesantren Robin Sumenep (Ilustrasi/net)

Oleh:
Oktavia Nurul Hikmah, S.E

Pengasuh MT Remaja Kedamean Gresik, Jawa Timur

TAKRIF santri oleh KH Hasani Nawawie “Berdasarkan peninjauan tindak langkahnya adalah orang yang berpegang teguh dengan al-Qur’an dan mengikuti sunnah Rasul serta  teguh pendirian. Ini adalah arti dengan bersandar sejarah dan kenyataan yang tidak dapat diganti dan diubah selama-lamanya. Dan Allah-lah Yang Maha Mengetahui atas kebenaran sesuatu dan kenyataannya” (sidogiri.net).

Kedalaman makna santri tersebut terinternalisasi dalam diri kaum muda Islam di Indonesia, sejak dulu. Para santrilah yang menyambut pekik takbir para kyai dan ulama, yang menyeru umat untuk berjuang melawan penjajahan. Semata-mata demi keridhoan Allah SWT yang memerintahkan untuk melawan kedzaliman dan mempertahankan hak.

Para santrilah yang berdiri paling depan dalam memberantas kemaksiatan. Tak gentar berhadapan dengan pelaku kebathilan. Semata-mata untuk menjalankan perintah Rabbnya dalam amar makruf nahi munkar.

Santrilah yang paling ridha merasai kesulitan menuntut ilmu. Memangkas jam tidur, menjalani kehidupan sederhana, rela berpisah dari keluarga. Semata-mata untuk menjalankan perintah Allah untuk tholabul ilmi.

Santrilah yang paling menjaga adab. Lisannya terjaga, tindak tanduknya terpelihara, bathinnya dipenuhi dzikrullah. ialah yang paling besar penghormatannya pada guru dan orang tua. Manusia di sekitarnya aman dari tangan dan lisannya. Tingkah lakunya menyenangkan dan menenteramkan. Sebagai buah dari kesadaran, bahwa Rasulullah lah sebaik-baik teladan, akhlaknya adalah Al Quran.

------------------------