Membaca Arus Dukungan PPP dan “Mandat Rakyat” Kiai Mohammad Shalahudin A. Warist

0
225
Ra Mamak saat terima "mandat rakyat" /Istimewa.

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Editorial

Sekitar empat bulan yang lalu, tepatnya hari Kamis, tanggal 5 Maret 2020, puluhan ribu masyarakat Sumenep dari kepulauan dan daratan menyerahkan “Mandat Rakyat” kepada putra terbaik Annuqayah KH. Mohammad Shalahudin A. Warist untuk maju sebagai Calon Bupati Sumenep yang dijadwalkan 9 Desember 2020.

“Mandat Rakyat” itu ditandai dengan penyerahan foto kopi KTP masyarakat yang saat itu jumlahnya luar biasa banyaknya. Namun yang sudah dihitung sementara saat itu, jumlahnya mencapai 89.600-ribuan foto kopi KTP (versi santrinews berjumlah 98.760 Photocopy KTP,Red).

Kartu identitas itu sebagai bentuk dukungan penuh kepada Ketua DPC PPP yang lebih karib dipanggil Ra Mamak tersebut.

koranmadura.com – KH. Mohammad Shalahuddin A. Warits menerima “mandat rakyat” dari para loyalisnya sebagai bentuk dukungan untuk maju pada pemilihan bupati dan wakil bupati Sumenep tahun 2020. “Mandat rakyat” yang diberikan kepada Ra Mamak, sapaan akrab KH. Mohammad Shalahuddin A. Warits, berupa fotokopi puluhan ribu KTP.

Serah-terima “mandat rakyat” tersebut berlangsung di ruang pertemuan salah satu hotel di Sumenep, Kamis, 5 Maret 2020.

“Itu (fotokopi KTP) sebagai bentuk dukungan dari masyarakat kepada Ra Mamak untuk maju dan diperjuangkan jadi M1 (Bupati Sumenep),” kata Ketua Relawan Ra Mamak, Kiai Fathol Bari. [https://www.koranmadura.com/2020/03/jelang-pilbup-sumenep-2020-ra-mamak-terima-mandat-rakyat/]

Dikatakan, diserahkannya “mandat rakyat” yang berupa fotokopi KTP itu bukan berarti pihaknya ingin mendorong Ra Mamak maju melalui jalur perseorangan. Sebab pihaknya menyadari, untuk maju melalui jalur independen sudah tidak memungkinkan karena masa penyerahan berkasnya sudah ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat sesuai tahapan. “Tapi paling tidak puluhan ribu fotokopi KTP ini bisa menunjukan bahwa realitas masyarakat bergerak untuk mendukung Ra Mamak maju sebagai calon bupati,” tegasnya.

Ra Mamak Dimata Kiai Anuuqayah

Sosok KH Mohammad Shalahuddin Warist akrab disapa Ra Mamak ini sangat fenomenal dibanding dengan para pendahulunya yang terjun ke dunia politik. Karena selain mengantongi dukungan dari masyarakat yang ditandai dengan penyerahan 98.760 Photocopy KTP yang diterima Ra Mamak dari perwakilan relawan KH Fathol Bari pada 5 Maret lalu, ternyata putra dari KH Warits Ilyas (Alm) ini mendapat dukungan penuh dari kalangan pengasuh di Pesantren tertua tersebut.

Bahkan, saat itu Sekretatis Dewan Syuro PKB Kiai Hazmi Basyir, saudara dua pupu Ra Mamak turut hadir memberikan semangat dan komitmen dukungan.

Pencalonan Ra Mamak menurut Kiai Hazmi seperti dilansir dari SantriNews.com, merupakan sejarah baru Pesantren Annuqayah. Beberapa kali para Kiai Annuqayah terjun ke dunia politik, sambung kiai Hazmi, hanya Ra Mamak yang mampu mendapat dukungan besar dari keluarga pesantren beralamat di Kecamtan Guluk-Guluk itu.

“Dulu saya pernah nyaleg jadi dewan, didukung hanya sebagian, Kiai Sabit juga seperti itu,” paprnya saat memberikan sambutan.

Dukungan besar itu terbukti dengan kehadiran 21 keluarga Pesantren Annuqayah. Mereka diantaranya Kiai Syamli, Kiai Ilyas Hisab, Kiai Washil Khalid, Nyai Hasantul Mawaddah, Nyai Raudhah dan Nyai Layyinah.

“Kita ingin bukan hanya acara seperti ini kita kompak tetapi nanti (belakang hari) tidak (mendukung Ra Mamak). Bukan seperti itu yang kita inginkan,” tegas Kiai Hazmi.

Menurut Kiai Hazmi, Pilkada kali ini merupakan kesempatan langka yang sulit untuk didapatkan. Bahkan baginya, Pilkada 2020 merupakan waktu yang tepat bagi Ra Mamak untuk mengabdikan diri pada umat dan masyarakat melalui birokrasi.
https://jatim.santrinews.com/kiai-hazmi-basyir-ra-mamak-sejarah-baru-pesantren-annuqayah-guluk-guluk

Namun diluar dugaan, entah itu datang secara mendadak atau sembunyi-sembunyi, tetiba muncul kabar yang sangat menghentak soal saduara kandung Ra Mamak, yakni Ra Fikri yang dikabarkan bakal mendampingi Fattah Jasin, bakal calon yang diusung oleh PKB.

Beredarnya kabar soal Ra Fikri menjadi Cawabup Fattah Jasin ternyata bukan hanya hoax yang kadang berseleweran di internet.

Bahkan Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim telah mengumumkannya di publik yang dipublikasikan di media daring dan video pendek yang kini menjadi blunder, karena dipersoalkan oleh Ketua Fraksi PPP DPRD Sumenep H.Abd Latif.

Sementara Ra Fikri saat dihubungi awak media sebelum keluarnya rekom PKB mengauki, jika pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, diantara dengan DPW dan DPP.

Bahkan saat disinggung kemungkinan akan disandingkan dengan Fattah Jasin, Ra Fikri menjawab “Bisa Jadi. Komunikasi dan penjajakan sudah kami lakukan,” kata K. Ali Fikri Warits melalui sambungan telepon awak media

“Yang jelas, kami tetap menunggu titah partai PPP, sebagai partai yang menaungi kami,” ungkapnya.

Satu hal yang sangat berarti dari jawaban Ra Fikri adalah soal penegasannya, yakni apabila dirinya benar-benar diusng menajdi Cawabup Fattah (rekom PKB), pihaknya tidak mau jika hanya melihat faktor figur tanpa melibatkan parpolnya, yakni PPP.

“Kami tidak mau jika karena figur. Jadi, tetap koalisi antara PPP dengan PKB nantinya, bukan mewakili person tapi partai,” ungkapnya.

Tunggu “Restu” PPP?, K Ali Fikri Warits Semakin Kuat di Bacabup Pilkada 2020

[Bersambung……]
[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]