Melalui Facebook, Nitizen Tagih Janji Bupati Soal Wisata Religi

0
587

Sumenep, MaduraExpose.com- Tanpa terasa kepemimpinan A.Busyro Karim- Soengkonno Sidik (Abussidik) sudah hampir 5 tahun berjalan.

Detik-detik berakhirnya jabatan, muncul banyak kritikan dialamatkan terhadap keduanya, terumata kepada Busyro Karim yang akan bertarung lagi dalam Pilkada Sumenep priode 205-2020.

Bahkan seorang Nitizen, menyinggung janji Bupati Busyro, yang berlatar belakang seorang Kiyai dan pengasuh Pondok Pesantren, yang diduga pernah mengembar-gemborkan janji wisata religi di Kabupaten Sumenep.

Salah satu pengguna media sosial (medsos) facebook, menyebut Bupati Sumenep dengan beberapa program, saat kampanye dulu.

“Dulu Bupati Kyai Busyro setiap kali sambutan dalam berbagai acara, selalu mengkampayekan tentang program wisata religi. ada beberapa tempat wisata religi disumenep yang akan disulap untuk menyambut wisatawan”, demikian pengguna facebook dengan akun Intan Permata Sari (IPS) menagih janji politik Bupati Sumenep A.Busyro Karim dalam statusnya. 

Beberapa program bupati yang dijanjikan Bupati tersebut, IPS menilai hanya janji belaka tanpa realisasi yang berarti.

“Salah satunya adalah lokasi dinas kesehatan yang akan diganti atau dirubah menjadi pasar malam. serta kaleanget yang akan dijadikan wisata kota tua. namun kemana dan bagaimana realisasi dari program tersebut. ternyata hanya janji2 belaka”, imbuhnya.

IPS menilai, sejumlah program yang dijanjikan pada Pilkada Sumenep 2010 silam tanpa tindak lanjut alias tak berkelanjutan. Bahkan dirinya memepertanyakan kelayakan Abussidik untuk dipilih lagi mnejadi Bupati Sumenep priode berikutnya. 

“Sampai skrg tidak diketahui bagaimana nasib kelanjutannya. apakah masih layak kalau begini Kyai Busyro jadi Bupati lagi?”, tandasnya. 

Tak ayal, para nitizen lain urun komentar menimpali status IPS dengan kritika pedas dan bahkan ada yang menulisnya sebagai ‘pembohong’.

“BUSRA PEMBOHONG..” tulis Fatan Chaniagoe dalam komentarnya di facebook.

Sementara Ainur Rahman, salah satu pengamat media mengatakan, kemungkinan besar pemilik akun Intan Permata Sari hanyalah sebuah akun palsu yang berkepentingan menjelek-jelekkan calon bupati yang akan bersaing pada Pilkada Sumenep Desember 2015 mendatang.

(mex/fer)