Sumenep (MaduraExpose.-com) Sejak awal pemerintahan Bupati Sumenep Busyro Karim, masyarakat kepulauan meminta layanan transportasi terus dibenahi, mengingat sejauh ini hampir tak ada perubahan yang signifikan.
Akibat minmnya sarana transportasi yang memadai, warga kepulauan Sumenep seringkali terlantar di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Hal inilah yang menjadi alasa masyarakat kepulauan, untuk mengadukan masalah tersebut melalui perwakilan mereka yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Sumenep priode 2014 -2019.

Masalah transportasi laut ini hampir terjadi di semua trayek kepulauan, seperti Masalembu, Raas, dan Kangean. Untuk menyampaikan kekecewaannya, tak jarang masyarakat kepulauan mendatangi Kantor DPRD setempat, menyampaikan keluh kesahnya. Hal ini juga dilakukan masyarakat Pulau Kangean, Sumenep Rabu (15/10/2014) lalu.
Mereka mendesak para wakil rakyat di Parlemen untuk memperjuangkan sarana transportasi laut yang sering terjadi over kapasitas dan terbatasnya kapal laut.

“Kami dating membawa aspirasi warga kepulauan yang sering terlantar saat hendak berlayar dari pelabuhan Kalianget atau sebaliknya”, ujar Abd.Rahman usai rapat dengar pendapat diruang DPRD Sumenep.

Pihaknya mendesak para nggota dewan benar-benar serius memperjuangkan kebutuhan transportasi laut warga kepulauan. Salah satu cara yang bisa dilakukan, lanjutnya, DPRD harus mendesak Pemerintah Daerah atau Pemkab Sumenep melakukan pengawasan sekaligus penambahan kapal laut yang tahan ombak.
(sar/fer)