Scroll untuk baca artikel
POLICELINE.ID

Melacak dari Mana Cerita Ramalan Gus Dur Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

Avatar photo
103
×

Melacak dari Mana Cerita Ramalan Gus Dur Prabowo Jadi Presiden di Usia Tua

Sebarkan artikel ini

Maduraexpose.com Presiden ke-4 Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atawa Gus Dur dikenal sebagai orang cerdas. Makanya, oleh sebagian kalangan dia dianggap ‘wali’ karena terkadang pemikirannya melampaui zamannya.

Gus Dur dikenang sebagai sosok pejuang inklusi (keterbukaan) dan kesetaraan. Contohnya, pada zaman pemerintahannya, etnis Tionghoa bisa secara terbuka merayakan Imlek, setelah laman terbelenggu dengan berbagai pembatasan.

Karena pemikirannya yang terbuka itu, Gus Dur nyaris tak punya musuh. Semuanya dianggapnya kawan.

Pernah satu ketika, dalam wawancara dengan Andy F Noya, Gus Dur menyatakan satu-satunya yang pantas atau ‘berpotensi’ menjadi musuhnya adalah Presiden ke-2, Soeharto. Itupun, kata Gus Dur, beliau tetap ke rumahnya tiap kali lebaran.

Begitulah sosok Gus Dur, dengan pemikirannya yang terbuka dan bagi sebagian orang, aneh. Namun, bagi kalangan NU sendiri, Gus Dur adalah sosok waliyullah dengan atribut karomah yang melekat padanya.

Salah satu yang baru-baru ini populer adalah nubuat Gus Dur bahwa Prabowo Subianto akan jadi presiden di usia tua.

Belakangan, ramalan Gus Dur ini kembali ramai usai Prabowo-Gibran unggul dalam hitung cepat (quick count) Pilpres 2024. Ucapan Gus Dur itu tampak nyata.

Benarkah Gus Dur pernah meramal demikian, dari mana cerita itu berasal?

Cerita Nusron

Pada akhir Oktober 2024, ramalan Gus Dur bahwa Prabowo akan jadi presiden di usia senja ini disinggung oleh Nusron Wahid, mantan Ketum Ansor yang kini juga Ketua PBNU nonaktif, Nusron Wahid.

Kala itu, Nusron mengaku optimistis pemenang Pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Nusron menyinggung ‘ramalan’ Gus Dur bahwa Prabowo akan menjadi presiden di masa tua.

------------------------