anggota-dprd-tilep-dana-hibah-eks-kadisbudpar-solo-diperiksaSumenep, MaduraExpose.com- Banyaknya keluhan regester desa (Redes) yang diduga menjadi korban politik pilkades harus kehilangan pekerjaan mereka karena masa pemilihan kepala desa, diduga tidak mendukung kades terpilih.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Zaenuri,MP Fungsionaris Madura Expose Foundation yang juga menjabat sebagai aktivis Gerakan Pemuda Ansor mengingatkan agar kepala desa yang baru dilantik, agar tidak mengorbankan jasa Redes yang selama ini bertahun-tahun mengabdikan diri berkeja dibawah naungan Dispenduk Capil Sumenep.

“Banyak laporan yang masuk adanya dugaan pemecatan Redes secara sepihak. Bahkan indikasinya, ada Redes sudah lama dipecat, tapi gajinya ngalir terus. Semunya akan kami laporkan kepada semua pihak terkait dengan tembusan Bapak Bupati”, ujar Zaenuri, MP dalam rilisnya yang diterima MaduraExpose.com, Minggu (18/1/2015).

Sementara Subyakto, SH, MH, Kasubag umum dan kepegawaian Disduk Capil Sumenep mengaku belum menerima laporan dari fungsionari MEF tersebut. Namun pihaknya mengaku sudah mengantongi informasi terkait dugaan adanya redes yang dipecat sepihak, termasuk adanya dugaan gaji redes terus mengalir tiap bulannya, meski yang bersangkutan sudah lama dipecat secara sepihak.

“Bahkan kami menerima informasi dari beberapa pihak tentang adanya rede yang diminta mengundurkan diri oleh Kades terpilih. Cuma, kalau (laporan) secara tertulis belum masuk ke kantor kami”, ujarnya.

(Lis/Fer)