MADURAEXPOSE.COM–– Persatuan Ummat Islam (PUI) mengutus keras penutupan Masjid Al-Aqsha di Palestina oleh tentara Zionis Yahudi.

Ketua Umum PUI Nazar Haris menyatakan, pertama kali sejak 1969, tentara Yahudi menutup dan melarang umat Islam melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha, Jumat (14/07/2017), menyusul konflik di halaman masjid.

Diberitakan sebelumnya, 3 orang pemuda Palestina mati syahid dan tiga orang polisi Israel terkena tembakan, dua diantaranya tewas dalam baku tembak yang terjadi di pelataran Masjid Al-Aqsha Jumat pagi (14/07/2017).

Akibat Aksi Bela Masjidil Aqsha ini, penjajah Israel melarang pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha.

Setelah mereka melarang shalat Jumat, hanya jelang satu hari, kata Nazar, mereka melarang kaum Muslimin shalat 5 waktu dan mereka menyatakan akan menutup Masjid Al-Aqsha untuk selama-lamanya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami, Dewan Pengurus Pusat PUI mengutuk keras segala tindakan rasis dan pelecehan terhadap kesucian Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama dan masjid suci ketiga umat Islam,” ujar Nazar dalam pernyataan sikapnya diterima hidayatullah.com.

PUI merekomendasikan kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk mengeluarkan peringatan keras dan lobi di PBB agar menghukum kejahatan Israel terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsha.

“Kami mengajak umat Islam beserta seluruh ormas dan elemen umat Islam Indonesia, agar tidak tinggal diam dan segera melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh penjuru Indonesia,” ajaknya.

PUI juga mengajak seluruh umat Islam dimanapun berada agar melakukan qunut nazilah.

“Dan mendoakan laknat dan azab bagi orang-orang Yahudi dan negara Israel dengan azab yang pedih dan menghinakan mereka,” pungkasnya.*