Scroll untuk baca artikel
RANAH PESANTREN

Mampukah IAA menembus oligarki?

Avatar photo
182
×

Mampukah IAA menembus oligarki?

Sebarkan artikel ini

[vc_row][vc_column][vc_column_text]Sumenep (Maduraexpose.com)– Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meminta agar Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tidak bicara siapa yang akan menjadi bupati atau dewan dan lainnya dalam proses pesta lima tahunan.

“Kalau sudah bicara siapa yang harus menjadi bupati, dewan atau gubernur, saya yakin IAA tidak akan solid, karena banyak mazhab,” tegas Adi Prayitno, pada seminar nasional bertajuk “Santri dalam Dinamika Politik dan Kekuasaan”, diselenggarakan IAA Pusat di Aula Bappeda Sumenep, Minggu (27/3/2022).

Adi Prayitno yang juga alumni Annuqayah mencontohkan fakta politik yang terjadi di Sumenep, salah satunya pada pesta lima tahunan. “Sudah ada contohnya, putra Annuqayah saja tidak didukung. Ini fakta politik,” katanya.

Posisi IAA, kata dia, harus mampu menjaga suasana hati alumni bahwa IAA adalah sebagai rumah besar. Saling dukung antar teman dan apapun partainya serta pilihan politiknya tetap dalam bingkai rumah besar IAA.

“IAA itu bukan partai politik. IAA itu Lillahi Taala. Ketua IAA tidak bisa mempengaruhi anggotanya dan gak akan diikuti. Karena politik itu bicara soal untung dan rugi,” ungkapnya.

Menurutnya, kalau bicara tentang santri dan kekuasaan sudah hampir selesai, sebab semuanya sudah dikuasai santri. Jabatan-jabatan strategis di Sumenep sudah dikuasai santri dan umumnya santri Annuqayah.

“Kalau IAA hari ini mampu mendatangkan bupati dan bisa menggunakan gedung Bappeda berarti IAA Sumenep ini sudah luar biasa,” ucapnya.

------------------------