Mahasiswa Ungkap Rekening Gelap Pejabat Pemkab Sumenep

0
677

Sumenep (MaduraExpose.com)-Aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) ngelurug ke kantor Pemkab Sumenep menuntut Sekda Kab setempat segera mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu mengatasi sepak terjang sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah kepemimpinan Bupati Busyro Karim.

Mahasiswa membeberkan hasil audit BPK yang menemukan ratusan rekening liar yang tidak di tetapkan bupati. Termasuk dugaan perjalanan dinas fiktif yang merugikan kekayaan daerah.

““Berdasarkan hasil audit BPK, kita menduga telah adanya penggunaan uang jutaan rupiah yang dilakukan oleh sejumlah SKPD dengan modus perjalan dinas fiktif tanpa sk bupati”, ujar Imam Arifin yang diamini oleh Zainullah, korlap aksi dari KMS, Rabu (24/9/2014).

Temuan KMS, ada sekitar 726 rekening liar beserta tiket perjalanan fiktif pejabat Pemkab , termasuk penggunaan dana hibah tanpa SPJ atau laporan pertanggung jawaban. Baik Imam Arifin maupun Ahmad Zainullah menuding, saat ini di internal Pemkab di bawah kepemimpinan Busyro Karim tidak sehat dan diduga penuh dengan penyimpangan berdasarkan hasil audit BPK.

“Jangan-jangan ini ada konspirasi elit pejabat dengan Sekda dan sejumlah SKPD”, teriaknya didepan Gedung Pemkab Sumenep.

Pantauan MaduraExpose.com (Memo Madura) dilapangan, sempat terjadi perang mulut antara perwakilan KMS dengan Hadi Sutarto alias Totok Sekda Sumenep. Mahasiswa menilai, keterangan Sekda masih bersifat normative dan terkesan bertele-tele tidak menyentuh pada akar persoalan yang disampaikan mahasiswa.

“Mulai sekarang jangan enak-enakan lagi. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan mengawal dugaan penggunaan rekening liar dan perjalanan dinas para pejabat yang diduga kuat fiktif”, ancam Zainullah sambil meninggalkan kantor Pemkab Sumenep, Madura. (go2/fer)