MADURA EXPOSE—Aktivis Gerakan Sumenep berSatu mensinyalir adanya sabotase Pelabuhan Indonesia III Kalianget, Sumenep, Madura, Jawa Timur disabotase oleh pihak-pihak tertentu agar sandaran kapal maupun perahu berkurang atau bahkan tidak ada sama sekali.

Pernyataan itu disampaikan Sarkawi, salah satu aktivis GASTU yang sekaligus Sekjen Gerindo Sumenep meminta Pemerintah Daerah untuk bersikap tegas dan segera memperjelas keberadaan kepal barang yang diduga milik pribadi untuk kepentingan bisnis semata.

“Belakangan ini kami pantau Pelindo III Kalianget malah dimonopoli kapal barang besar bermuatan barang. Akibatnya kapal cepat yang selama ini melayani trayek Kalianget-Kepulauan kesulitan untuk sandar dipelabuhan yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep,” ungkap Sarkawi aktivis Gastu sekaligus Sekjen Gerindo saat berbincang dengan Madura Expose di Gedung DPRD Sumeep, Jum’at 29 April 2016.

Sarkawi dengan tegas mempertanyakan ketegasan dari semua pihak yang terikat secara langsung dalam pengawasan Pelindo III yang selama ini terkesan tutup mata. Hal itu penting, karena sesuai fungsinya, PT Pelabuhan Indonesia III atau disingkat Pelindo III di Kalianget itu merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang Jasa Kepelabuhanan.

“Kapal besar bermuatan 5000 ton yang beraktivitas di Pelindo III belakangan ini, saya pikir bukan kelasnya. Saya menduga jangan-jangan ada sabotase supaya kapal kecil maupun perahu pindah kepelabuhan diluar Pelindo”, lanjutnya.

Aktivis asal Desa Kalianget Timur ini juga meminta Dinas Perhubungan maupun pihak syahbandar agar tidak tinggal diam.

“Harusya ada tindakan tegas dari pihak Syahbandar maupun Dinas Perhubugan Sumenep agar kekecauan bisa dihentikan,” lanjut Sarkawi.

Sarkawi menduga, adanya kapal luar yang beroperasi di Pelindo III Kalianget ini menyebabkan pemilik perahu-perahu dan kapal penumpang khusus kepelauan mengeluh.

“Masuknya kapal milik perusahaan pribadi yang sandar Pelindo III Kalianget terpaksa harus pindah ke Pelabuhan Gersik Putih yang diduga belum mengatongi ijin resmi”, pungkasnya.

Sementara Muhammad Fadilah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, dikofirmasi via telpon genggamnya mengaku belum mengetahui adanya kapal luar yan ditengarai keluar masuk di Pelindo III.

“Kami belum terima laporan dari pihak Pelindo adanya kapal luar itu. Saya masih diluar kota Mas, nanti kami lakukan kroscek di lokasi”, ungkapnya kepada Madura Expose, Jum’at Siang, 29 April 2016. [A28/FER]