Sampang (maduraexpose.com) – Mulai 2 pekan di bulan Oktober 2014  Kabupaten Sampang di goyang unjuk rasa dari berbagai Lembaga Ormas dan Mahasiswa turun jalan dengan tujuan mengkritisi dan evaluasi kinerja Pemerintah dan Kejaksaan Negeri (Kejari).

Unjuk rasa mulai dari Forum Komonikasi Mahasiswa Sampang (Forkamasa), Perhimpunan Mahasiswa Sampang (PMS), Gerakan Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (GMP2R) dan yang terakhir hari ini (29/10) dari Ormas, Gerakan Anak Indonesia Bersatu (Ghaib).

Dalam pantauan maduraexpose.com semua unjuk rasa umumnya yang menjadi sasaran adalah Kantor  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang dan kantor Kejaksaan Negeri (kejari). Pada umumnya persoalan kasus Korupsi yang ada di Kabupaten Sampang sampai saat ini masih belum tuntas.

Kali ini ormas Ghaib turun jalan  yang dipimpin langsung oleh sang orator keras  Habib Yusuf Assegas mengatakan di hadapan komisi lV, selama ini kasus korupsi di Sampang belum tuntas yang di tangani Kejari Sampang (29/10/14).

Menurutnya, penegakan hukum di Sampang tidak transparan dan jalan di tempat, jelasnya.

Habib menilai, bahwa sampai saat ini kasus yang di tangani pihak Kejari Sampang, seperti; Alkes, dana Pesangon Dewan , Damkar, Pengadaan Bibit fiktif, RTLH masih belum dilimpahkan ke Pengadilan Negeri, tambahnya di hadapan Abd Karim anggota Komisi lV.

Sementara Abd Karim merespon atas aduan dari Ormas Ghaib,mengatakan aspirasi yang di sampaikan ghaib kami tampung. Kemudian, akan kami laporkan kepada Ketua Komisi IV DPRD untuk dijadikan kajian serta pertimbangan untuk dapat di tindak lanjuti,” tuturnya

(ms/fer).