Capek Scroll: Baca Berita Penting Aja!!!

 


Radar Pemkab

Korupsi Dana PI, Dirut PT WUS Divonis 1 Tahun Penjara

25
×

Korupsi Dana PI, Dirut PT WUS Divonis 1 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Kopiah Putih: Ex Dirut PT WUS dalam sebuah acara dengan Bupati Sumenep A.Busyro Karim

SURABAYA (MADURA EXPOSE)–Majelis Hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menyatakan, bahwa terdakwa Sitrul Arsyih Musa’ie, mantan Direktur Utama PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) terbukti bersalah melakukan Tindak Pidana Korupsi dana Participasing Interest pada tahun 2011 – 2015 lalu, dan divonis pida penjara selama 1 tahun.

Hal itu diucapkan Majelis Hakim yang dietuai H.R. Unggul Warso Mukti, pada persidangan dengan agenda pembacaan putusan (Vonis), pada Jumat, 27 April 2018.


Anehnya, hingga perkara ini berakhir dengan pembacaan surat putusan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor, dan berakhirnya tugas Maruli Hutagalung selaku selaku Kepala Kejaksaan Tinggi – Jawa Timur sejak Desember 2015 lalu karena pensiun, Achmad Fauzi selaku Kepala perwakilan PT WUS di Jakarta yang saat ini menjabat Wakil Bupati sejak tahun 2015 lalu tak tersentuh hukum.

Terdakwa Sitrul Arsyih Musa’ie, mantan Direktur Utama PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur ini, terseret bersama Taufadi (perkara terpisah dan masih proses sidang) selaku Kepala Divisi Keuangan dan Administrasi PT WUS yang saat ini menjabat sebagai Komisiaris PT Garam Indonesia (Persero), dalam kasus Korupsi dana Participasing Interest (PI) pengelolaan minyak dan gas yang diterima PT WUS sebesar 10 persen dari PSC (Production Sharing Contract) Santos Blok Madura Offshore pada tahun 2011 – 2015 sebesar Rp 4.435.290.317,58 dan USD 203.630,05.

Sementara Achmad Fauzi sebagai Kepala perwakilan PT WUS di Jakarta yang saat ini menjabat Wakil Bupati Sumenep sejak tahun 2015, yang turut menandatangani dokumen pembukaan rekening serta pencairan uang dalam bentuk rupiah maupun Dollar USA dari Bank Mandiri atas naman PT WUS tapi tak tersentuh hukum, karna Kejaksaan Tinggi – Jawa Tumur “tak berani menyeretnya” kepersidangan sekalipun hanya sebagai saksi, bahkan dianggap “melecehkan” persidangan karena dipanggil 3 kakli namun tak menghiraukannya.

---
***