Kontestasi Politik Berubah: Busyro -AF Bersatu , Soengkono bisa ‘terpental’

0
617
Achmad Fauzi - A.Busyro Karim

Achmad Fauzi - A.Busyro Karim
Achmad Fauzi – A.Busyro Karim
Sumenep, MaduraExpose.com- Analis politik Syafuruddin Budiman menilai survey yang dilakukan proximity dinilai tidak fair karena hanya memasukkan segelintir tokoh tertentu. Padahal menurut dia, banyak tokoh nasional di Sumenep lainnya yang juga layak ‘nangkring’ dipapan atas.

“Saya mempertanyakan metode survey yang dilakukan Proximity yang hanya menempatkan Said Abdullah dalam survey mereka. Kalau alasan elektabilitas, saya pikir ada tokoh lain semisal Achsanul Qasasi juga sangat layak baik dari sisi popularitas maupun elektablitas”, kritiknya pedas.

Sebelumnya, Proximity menggelar survey pada periode minggu ke-4 bulan November sampai minggu pertama Desember 2014 lalu,dengan mengangkat sampel seribu responden. Klaimnya, kemungkinan margin error hanya 3,1 persen dengan confident interval (CI) 95 persen.

Hasil survey Proximity menempatkan MH Said Abdullah (anggota DPR RI dari PDI Perjuangan) 22,5 persen, Zainal Abidin (mantan Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur) 15,8 persen, Busyro Karim (incumbent bupati) 11,8 persen, HM Sahnan 8,7 persen, Dewi Khalifah 7 persen, Ilyasi Siradj 5,8 persen, Sungkono (incumbent wakil bupati) 5,2 persen, Unais Ali Hisyam 2,3 persen, Azasi Hasan 1,7 persen dan belum menentukan pilihan 19,2 persen.

Busyro Karim – Achmad Fauzi (AF)
Entah siapa yang memulai, belakangan ini isu bersatunya kekuatan muda dengan incumbent makin menguat kepermukaan. Sejumlah politisi di Parlemen memprediksi bersatunya dua kekuatan ini diyakini bisa memperkuat pasangan Busyro Karim-Ahcmad fauzi (BK-AF).

“Jika benar Soengkono Sidik akan mencalonkan diri dan keluar dari Busyro Karim, saya yakin hadirnya Achmad Fauzi mampu mendulang suara dua kali lipat dari Pilkada tahun 2010 lalu”, ujar Zaenuri, MP digedung DPRD Sumenep, Jum’at.

Sayangnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Bupati Sumenep A.Busyro Karim apakah bakal maju lagi atau tidak dalam Pilkada tahun ini.

Sementara Achmad Fauzi, dihubungi MaduraExpose.com terkait berkembangnya isu dirinya akan menjadi satu paket dengan cabup incombent, merespon positif keinginan masyarakat yang menginginkan ‘kombinasi tua-muda’.

“Wacana ini juga ramai di Jakarta. Kalau saya simple, permainan catur sudah mereka mulai”, ujar Achmad Fauzi, bakal calon bupati Sumenep.

Pertanyaan yang mengemuka saat ini, jika benar dua bakal calon bupati Busyro Karim (incumbent) dan Ahmad Fauzi dalam satu paket, Bersediakah ‘senior’ menjadi wakilnya Achmad Fauzi???