Scroll untuk baca artikel
Hot Expose

Komunitas Wartawan Jangan Narsis

Avatar photo
55
×

Komunitas Wartawan Jangan Narsis

Sebarkan artikel ini
Ferry Arbania, Pemimpin Redaksi (Pemred) MaduraExpose.com dan SurabayaExpose.com

Ferry Arbania, Pemimpin Redaksi (Pemred) MaduraExpose.com dan SurabayaExpose.com
Ferry Arbania, Pemimpin Redaksi (Pemred) MaduraExpose.com dan SurabayaExpose.com
Oleh: Ferry Arbania, Pemred MaduraExpose.com
Mencermati banyaknya organisasi wartawan yang menyebar di daerah, dewasa ini memang cukup menggembirakan. Banyak kalangan berharap akan membawa pencerahan dimana para insane Per s itu, paling tidak, memiliki tempat ‘curhat’ semacam FGD (Focus Group Discussion) menyikapi banyaknya fakta dilapangan yang kadang tidak sesuai dengan kepentingan public atau apapun kasusnya, beritanya tetap sesuai berdasarkan fakta, bukan selera.

Sekedar berbagi, beberapa hari ini saya sedikit intens melakukan komunikasi dengan beberapa wartawan diluar daerah tentang kebiasan wartawan ‘berkelompok’ itu setiap kali melakukan investigasi maupun konfirmasi ke kantor-kantor Pemerintah, baik eksekutif maupun legislative.Ternyata ada hal yang menjadi kebiasaan beberapa wartawan, dimana kebiasaan itu menurut saya tak perlu dipertahankan. Contoh, kebiasaan (segelintir) wartawan yang sehabis wawancara sering nyindir-nyindir pejabat tertentu untuk ngajak makan bareng atau meminta ‘disuapi’ dengan uang makan siang atau sekedar beli rokok. Hal-hal seperti ini, sekali lagi tidak bermaksud sok idealis, secara tidak langsung menjatuhkan kredibilitas seorang wartawan.

Bukankah seorang jurnalis harus mampu mempertahankan independensinya dalam setiap menyajikan berita?

Sudahlah, tak usah memperpanjang masalah ini, karena saya yakin, tidak mudah menghilangkan kebiasan (kurang baik) oknum wartawan semacam itu. Sekarang yang terpenting adalah bagaimana caranya sesame insane Pers membangun kekompakan. Bukan hanya kompak untuk kelompoknya. Yang saya maksudkan disini adalah kekompakan menyadarkan kelompok itu agar tidak hanya ‘semau gue’ dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, hanya mentang-mentang punya kelompok dan selalu disetujui kelompoknya.

------------------------