Koalisi PKB-PDIP Bubar, MH Said Abdullah Pastikan Tetap “Koalisi” Dengan KH Busyro Karim

Terbit: 15 Juli 2020 | 21:36 WIB

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM,SUMENEP–Menumbangkan pasangan calon PDIP dan PAN di Pilkada Sumenep 9 Desember 2020 sepertinya tak semudah membalikkan telapak tangan, meski Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah memilih keluar dari koalisi permanen dengan parpol berlambang banteng dengan moncong putih untuk mengusung calon bupati sendiri.

Pasalnya, tokoh PKB Sumenep yang paling disegani, yakni KH Busyro Karim yang sekarang masih menjabat sebagai Bupati bersama Achmad Fauzi merupakan pasangan calon yang dimenangkan oleh koalisi permenanen PDI Perjuangan dan PKB selama dua priode.

Tak hanya itu, sejumlah kiai berpengaruh baik yang tergabung dalam PKB maupun non partai dikenal sangat dekat dengan suami Nurfitriana, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur tersebut.
Tak hanya itu, sejak priode pertama, KH Busyro Karim dikenal sangat dekat dengan MH Said Abdullah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.

Bahkan Said lah orang pertama yang paling bergairah mencalonkan pengasuh Pondok Pesantren Alkarimiyah Braji itu melalui kolasi PDIP-PKB.

Saat itu Buya (panggilan lain Bupati Sumenep,Red) dipasangkan dengan Soengkono Sidik (yang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Demokrat Sumenep) hingga mengantarkan keduanya sukses menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep priode 2010-2015.

Terlepas dari semua itu, yang tak kalah menarik adalah pernyataan tegas MH Said Abdullah, yang secara terbuka menyatakan tetap “koalisi” dengan KH Busyro Karim, meski PKB dan PDIP sudah tak berkoalisi lagi dalam Pilkada Sumenep 9 Desember 2020.

MH Said Abdullah menegaskan bahwa pada Pilbup Sumenep tahun ini, dirinya tetap bersama-sama dengan Kiai Busyro yang sekarang menjabat sebagai bupati.

Bahkan Said meyakini tak akan ada yang bisa membentur-benturkan dirinya dengan kubu Kiai Busyro.

“Jelang Pilkada kami tetap kompak, dong. Kami kompak dengan Buya (Busyro Karim,Red) nanti. Buya ke barat, saya ke barat. Saya ke timur, Buya tidak ikut, kita tarik ke timur,” demikian MH Said Abdullah menjawab pertanyaan wartawan dalam acara persemian masjid Fathimah Binti Said Gauzan di Desa Jaba’an, Kecamatan Manding, beberpa waktu lalu.

Sebelumnya KH Busyro Karim seperti dilansir sejumlah media daring, sangat mengapresiasi ketokohan MH Said Abdullah. Bahkan dalam sambutan peresmian masjid Fathimah Binti Said Gauzan yang juga dihadiri oleh MH Said Abdullah dan Wakil Bupati Achmad Fauzi dan sejumlah tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati Busyro bilang, bahwa MH Said Abdullah merupakan salah satu tokoh yang meskipun sukses di Jakarta, namun tetap memikirkan pembangunan di Kabupaten Sumenep. Ibarat kata, sukses di “negeri” orang namun tak lupa “kampung” sendiri.

“Oleh karena itu, atas nama masyarakat Sumenep saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Said Abdullah,” ujar KH Busyro Karim.

Editor: Ferry Arbania

[/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *