Capek Scroll: Baca Berita Penting Aja!!!

 


AURA WISATA

Kisah Siti Maimuna Sukses Jadi Pengusaha Batik Madura

42
×

Kisah Siti Maimuna Sukses Jadi Pengusaha Batik Madura

Sebarkan artikel ini

Kisah hidup pengrajin batik asli Madura, Siti Maimona, merupakan bukti efektifnya format usaha usaha kecil menengah (UKM) menaikkan taraf hidup masyarakat. Dia memulai bisnis batik dengan modal terbatas, pada 1996 hasil berutang ke bank Rp 5 juta.

“Dulu saya kecil-kecilan saja, sebulan omzet cuma Rp 1 juta,” ujar Maimona saat acara kunjungan UKM binaan Semen Indonesia di Madura,


Maimona lahir dari keluarga yang sempat berbisnis batik asli Madura, disebut batik jenis Genthongan, sejak 1950-an. Namun, usaha itu sempat berhenti.

Dia pun kepincut melanjutkan usaha keluarga itu lagi selepas melihat batik Pekalongan. Maimona membandingkan batik asal Jawa Tengah itu, dengan tradisi batik Genthongan dari Madura yang tidak kalah bagus.

Perjuangannya berbuah manis. Dengan telaten, bisnis batik yang diberi nama Pesona Batik Madura itu, berkembang sedikit demi sedikit sehingga kini berhasil berkembang pesat. Bahkan, usahanya telah berskala internasional dan menyerap pekerja dari kampung di sekitarnya.

Kini Maimona mempekerjakan 400 karyawan yang tersebar di gerai miliknya yang berada di Jakarta hingga Bali. Sekarang, wanita ini memiliki total 8 gerai menjual Pesona Batik Madura.

“Dengan mempekerjakan 400 karyawan dapat menghasilkan omset penjualan kami hingga Rp 300 juta per bulannya. Dan kita sudah dapat mengekspor ke Jepang sejak 2004,” paparnya.

Kain batik Genthongan memiliki corak khas pesisir yang melambangkan kota Madura, biasanya didominasi warna oranye, merah, dan biru muda. Harga batik yang dijual Maimona berkisar Rp 60.000 hingga Rp 9 juta per meternya. Dengan rentang harga tersebut, pihaknya dapat memproduksi 5.000 potong kain per bulan.

 


HotNews:  Benteng Kalimo’ok, Penanda VOC Telah Cengkram Madura Bagian Timur
---
***