MADURA EXPOSE–Kala itu, ibu dua anak ini, En seorang diri. Perempuan berusia 38 tahun itu tertidur pulas di kamarnya. Suaminya sedang dinas, dan kedua anaknya tak di rumah. Putrinya yang kuliah di Bekasi tinggal di kos, sedangkan putranya yang SMP menginap di rumah neneknya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Begitu kawanan perampok menyelinap ke kamar tidur, En langsung dibekap, ditelanjangi, dipotret lalu diperkosa. Anehnya, kawanan perampok tak menjarah barang berharga, kecuali HP korban.

Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Menurut informasi, tiga perampok datang menggunakan dua motor. Mereka memanjat pagar belakang setinggi 1,5 meter lalu menerobos rumah dengan cara merusak kunci pintu bagian belakang.

Di ruang tengah, mereka mendapati En tertidur. Melihat En yang tercatat sebagai guru SMA swasta di Depok seorang diri, satu perampok langsung membekap mulutnya. Kaget, ibu Bhayangkari itu meronta. Tapi, perlawanannya berbalas ayunan benda tumpul hingga kepala kirinya berdarah.

Melihat korbannya tak berdaya, bukan iba. Kawanan perampok langsung menelanjangi dan memotretnya menggunakan kamera HP. Seorang bandit segera memerkosa wanita malang itu. Dua perampok lainnya berbagi tugas. Satu berjaga-jaga, lainnya mengacak-acak kamar.

Motif Misterius
Usai melampiaskan nafsunya, ketiga perampok kabur tanpa membawa harta berharga, kecuali HP En. Padahal, ada motor dan barang berharga lainnya di rumah.

Menurut tetangga korban, Sri, lingkungan tempat tinggalnya rawan kejahatan. “Sudah empat rumah yang ditinggal penghuninya dibobol. Ada yang kehilangan laptop, ada juga yang kehilangan uang,” katanya.

Suami En mengakui adanya perampokan di rumahnya. “Saya belum bisa bicara apa-apa. Saya sedang menemani istri yang syok di rumah sakit,” katanya.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Antonius Agus, juga menolak memberi keterangan. AKP Antonius hanya membenarkan tindak perampokan disertai perbuatan tak menyenangkan yang menimpa korban. “Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

Sebagai atasan suami korban, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Budi Irawan juga mengkitu kasus ini. “Tempat kejadian perkaranya di Depok, sehingga polisi Depok yang mengusut kasusnya. Kami hanya koordinasi untuk membantu,” katanya.

Kapolres Depok Kombes Mulyadi saat dikonfirmasi, Senin (12/12/2011), menyatakan sedang mendalami kasus ini, termasuk motif yang masih misterius.

“Masih kami dalami. Korban sudah divisum,” kata Kombes Mulyadi. Benarkah barang hilang hanya HP? “Yang hilang cuma HP, kami masih mengejar pelakunya,” tuturnya. (posK/dtc/trbn)