Scroll untuk baca artikel
Pamekasan Expose

Kisah Mahasiswi Kebidanan Pamekasan Menghilang

Avatar photo
121
×

Kisah Mahasiswi Kebidanan Pamekasan Menghilang

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Kegiatan Sosial Mahasiswa Kebidanan Uniba di Kampung Tua (univbatam.ac.id)

MADURA EXPOSE– Naimatus Shalehah (22), mahasiswi D3 kebidanan di Kabupaten Pamekasan, Madura, menghilang sejak sebulan lalu. Diduga kuat mahasiswi itu frustasi karena tidak bisa membayar biaya kuliah dan uang kos.
.
Mahasiswi asal Desa Blaban Kecamatan Batumarmar ini diketahui menghilang dari pantauan orangtuanya sejak 10 April 2016 dari tempat kosnya di Gladak Bazar, Kelurahan Bugih, Pamekasan.

Sebelum menghilang, mahasiswi semester akhir ini sempat meminta biaya kampus dan biaya kos senilai Rp 8 juta kepada orangtuanya. Atas permintaan itu, orangtuanya langsung memenuhi kebutuhan anaknya tersebut.

Hal ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Blaban Sukriyanto usai melaporkan ke Markas Polisi Resor (Mapolres) Pamekasan bersama keluarga mahasiswi tersebut. Manurutnya, sebelum menghilang, Naimatus keluar dari tempat kosnya bersama rekannya Subaidah. Namun ketika tiba di perempatan Gadin, yang bersangkutan pamit untuk membeli sesuatu, tepi kenyataannya Naimatus menghilang karena ditunggu hingga lebih dari 1 jam tak kunjung balik.

“Dia menghilang sejak 10 April kemarin, hingga saat ini belum diketahui keberadaannya,” kata Sukriyanto, Selasa (23/5).

Berdasarkan keterangan dari orangtua Naimatus, Satu, Sukri menjelaskan, bahwa anaknya sering ditagih uang biaya kuliah dan kos. Sedangkan orangtuanya sudah memberikan uang itu sesuai dengan permintaan, yakni Rp 8 juta.

“Kemungkinan besar frustasi, karena uang itu tidak dibayar ke kampus dan biaya kosnya, sehingga untuk meminta lagi malu dan menghilang,” paparnya.

------------------------